Tampilkan postingan dengan label kelautan dan perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelautan dan perikanan. Tampilkan semua postingan

4 Kapal Nelayan Cilacap terhempas gelombang di Perairan Bengkulu



Empat (4) kapal nelayan yang bertolak dari Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap yaitu KM.Efany-1 (GT.87 No.663/Qa) dengan alat tangkap Purse Saine yang dimiliki oleh Sarjono serta KM. Horison Jaya Abadi  (GT. 28 No 114/ Qa) milik Oei Giok Hwa, KM. Putra Madura (GT. 28 No 919/ Qa) milik Doddy dan KM. Anita Jaya - 2 milik Triyati, ketiganya dengan memakai alat tangkap Long Line dan beralamat di cilacap tersebut pada tanggal 09 April 2013 mengalami kecelakaan di perairan bengkulu.
Menurut sumber dari Nakhoda KM.Anita jaya 07, sebelum kejadian Selasa tanggal 9 April 2013 jam 20.30 WIB, Aan kurniadi (Nakhoda KM.Anita Jaya 07) menerima panggilan dari Nakhoda KM.Horison Jaya Abadi dengan meneriakan adanya kepulan asap dari kapal, setelah itu kontakpun terputus.
Aan Kurniadi menuturkan bahwa kondisi cuaca saat itu diperkirakan tinggi gelombang mencapai 8 M dengan arah ombak dari timur ke barat dan arah angin yang berlawanan dengan ombak dengan kecepatan angin mencapai 50 Knot, arah angin dari tenggara ke barat laut. Cuaca tersebut merupakan dampak dari terjadinya badai Victoria.
Lebih lanjut, Nakhoda asal Cilacap tersebut mengatakan bahwa kondisi cuaca yang demikian telah termonitor oleh beliau  dan disebar luaskan kepada kapal-kapal yang lain. Namun karena ketinggian angin masih berada diatas 1000 Feed maka kapal yang berada disekitar perairan tersebut tidak bergeser untuk mencari lokasi yang lebih aman. Namun tidak diduga angin tersebut menyebar dan terjadi kondisi gelombang yang tinggi dengan kecepatan angin yang kencang mencapai 50 knot hingga menghempaskan 4 kapal nelayan asal Cilacap. Tempat kejadian tersebut di sekitar perairan Begkulu pada posisi antara 102.51.100  BT – 13.59.40 LS sampai 103.09.BT – 13.46 LS.
Posisi kapal – kapal yang terkena musibah pada saat kejadian dan ditemukan setelah kejadian adalah sebagai berikut :
  1. KM. Anita Jaya 2 dengan Posisi : 103.09.00 BT- 13.46 LS dan ditemukan pada Posisi: 104.07.00 BT- 14.02 LS
  2. KM. Horison Jaya Abadi dengan Posisi : 103.06.00 BT- 13.46 LS dan ditemukan pada Posisi : 113.39.00 BT- 13.43 LS
  3. KM. Putra Madura dengan Posisi : 102.51.00 BT- 13.59 LS dan ditemukan pada Posisi : 102.55.00 BT- 13.41 LS
  4. KM. Efani – 1 dengan Posisi : 103.03.00 BT- 14.07 LS dan ditemukan pada Posisi : 103.08.00 BT- 13.36 LS
Selanjutnya tanggal 10 April 2013 setelah kondisi perairan reda KM. Anita Jaya – 7 melakukan pencarian terhadap kapal-kapal yang hilang kontak tersebut. Pada jam 14.00 WIB pertama kali yang diketemukan bangkai adalah KM. Putra Madura dengan posisi telungkup dan ABK nya ditemukan oleh KM. Arabika Utama pada jam 17.00 WIB sampai jam 21.00 WIB berjumlah 14 (empat belas ) orang selamat, namun nakhoda dan KKM tidak ditemukan.
Hari berikutnya tanggal 11 April 2013 ditemukan bangkai KM. Horison Jaya Abadi dan 1 (satu) orang ABK nya yaitu Sdr. Sawal dengan kondisi selamat. Korban ditolong oleh KM. Tirta Samudera. Kemudian pencarian diteruskan sampai mendekati kepulauan Chrismas Australia. Pada jam 09.00 WIB ditemukan kembali 4 (empat) ABK KM. Efani – 1 dengan kondisi selamat. Sedangkan bangkai kapal KM. Efani – 1 sendiri ditemukan pada jam 16.00 WIB beserta 3 (tiga) orang ABK diatas bangkai kapal tersebut oleh KM. Wijaya Sari.
Pada tanggal 12 April 2013 KM. Anita Jaya – 7 pada jam 10.00 WIB menemukan bangkai kapal KM. Anita Jaya – 2, dan tidak ditemukan ABK seorangpun. Namun KM. Pangudi Jaya menemukan 1 (satu) orang ABK KM. Horison Jaya Abadi yang meninggal bernama Sidul Afrianto dengan posisi mengapung dan memakai pelampung dan 1 ( satu) orang ABK KM. Efani – 1 yang selamat.
KM. Anita Jaya – 7  tgl 13 April 2013 masih melakukan pencarian korban dari posisi kapal yang terkena musibah menuju kearah timur dengan kondisi cuaca sangat teduh dan tidak ada ombak hingga tanggal 14 April 2013 KM. Anita Jaya – 7 diperintahkan oleh pemilik kapal untuk mengambil korban yang selamat yang sudah ditemukan oleh  kapal lain yaitu di KM. Arabika Utama sejumlah 14 (empat belas) orang pada posisi 103.41 BT – 13.dan KM. Tirta Samudera sejumlah 1 (satu ) orang pada posisi 104.02 BT – 14.00 LS. Setelah mendapatkan korban yang selamat dari kedua kapal yang menolong tersebut, langsung pulang menuju cilacap. Lama perjalanan 4 (empat) hari mulai tanggal berangkat yaitu 14 April 2013 dan tiba di Cilacap tanggal 17 April jam 08.00 WIB di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, namun korban langsung dibawa ke RSU Kab. Cilacap untuk mendapatkan pertolongan medis. Sedangkan rombongan kapal yang lainya masih tetap  mencari korban yang belum ditemukan sampai sekarang.

Pada tanggal 14 April 2013 KM. Anita Jaya – 7 kemudian diperintahkan oleh pemilik kapal untuk mengambil korban yang selamat yang sudah ditemukan oleh  kapal lain yaitu di KM. Arabika Utama sejumlah 14 (empat belas) orang pada posisi 103.41 BT – 13.dan KM. Tirta Samudera sejumlah 1 (satu ) orang pada posisi 104.02 BT – 14.00 LS. Setelah mendapatkan korban yang selamat dari kedua kapal yang menolong tersebut, langsung pulang menuju cilacap. Lama perjalanan 4 (empat) mulai tanggal berangkat 14 April 2013. Tiba di Cilacap tanggal 17 April jam 08.00 WIB di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, namun korban langsung dibawa ke RSU Kab. Cilaap untuk mendapatkan pertolongan medis
Data Nama korban yang diketemukan :
Ø  KM. Putra Madura :
1.      Slamet Raharjo
2.      Supriyanto
3.      Aris
4.      Yusup
5.      Firman
6.      Seger Tawali
7.      Dendi
8.      Otong Wibowo
9.      Baong Arwanto
10.  Ramdani
11.  Sukono
12.  Salim
13.  Slamet B
14.  Purwanto
Ke 14 (empat belas ) korban diatas kondisi selamat ( masih ) hidup, sedangkan KKM bernama Sanusi dan Nakhoda bernama Suyoto belum diketemukan.
Semua korban berdomisili di Pemalang.
Ø  KM. Horison Jaya Abadi
1.      Sawal ( ABK yang selamat )
2.      Sidul Afrianto ( ABK Meninggal dunia)
Sedangkan 9 (sembilan ) orang korban temasuk nakhoda belum diketemukan. Alamat korban semuanya di daerah Pemalang. Kedua korban tersebut dibawa pulang oleh KM. Yong Putra – 18. Tiba di Cilacap tanggal 20 April 2013 jam 14.00 WIB, dan korban langsung dibawa ke RSUD Kab. Cilacap untuk mendapatkan perawatan medis, dan visum bagi yang meninggal. Selanjutnya korbaan langsung dibawa pulang ke Pemalang.

Ø  KM. Anita Jaya – 2
Jumlah ABK termasuk nakhoda adalah 11 (sebelas ) orang, namun belum ada yang diketemukan.  Alamat korban di daerah Pemalang.
Ø  KM. Efani – 1
1.   Jumadi ( 40 Th )
2.   Rosidin ( 17 Th )
3.   Sardi ( 35 Th )
4.   Heri JK ( 28 Th )
5.   Slamet Tutur ( 26 Th )
6.   Slamet Mardiono (26 Th )
7.   Ari ( 19 Th )
8.   Edi Setiawan ( 25 Th )
Ke delapan korban diatas ditemukan dalam kondisi selamat. Jumlah seluruh ABK dan nakhoda 34 ( tiga puluh empat ) orang, sisanya 26 ( dua puluh enam ) orang belum diketemukan. Semua ABK kapal beralamat di daerah Pekalongan.
Delapan korban yang selamat tersebut dibawa pulang oleh KM. Yong Putra – 18, tiba di Cilacap pada tanggal 20 April 2013 jam 14.00 WIB. Korban langsung dibawa ke RSU Kab. Cilacap untuk mendapatkan perawatan medis dan langsung dibawa pulang ke Pekalongan.
Hingga pada tanggal 18 April 2013 diberangkatkan KM. Pelita Sejati – 16 yang diawaki 6 (enam) orang menuju ke lokasi kejadian untuk membantu melakukan pencarian korban yang belum ditemukan
Sejauh ini pihak Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPS Cilacap) Setelah mendapatkan informasi kejadian, langsung melakukan koordinasi dengan BASARNAS kab. Cilacap, TNI AL kab. Cilacap, Pol Air Res. Cilacap dan melakukan pemantauan dilapangan serta mencari informasi selanjutnya melalui pemilik kapal.(cs)

PPS CIlacap mengikuti Pekan Kreatif Nusantara 2012


Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan mengikuti Pekan Kreatif Nusantara (PKN) Tahun 2012 di GOR Satria Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas, (30 April s/d 04 Mei 2012) dengan tema “Membangun Negeri Melalui Ekonomi Kreatif” yang merupakan pameran bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan PT Multi Persada. 
PPS Cilacap dalam Pekan Kreatif Nusantara tersebut mengenalkan beberapa produk perikanan laut, diantaranya : Bakso Ikan, Nugget Ikan, Kaki Naga ikan, Kerupuk ikan tenggiri, Udang beku, Ikan Asin, Terasi rebon serta beberapa produk pengalengan dari PPN Pekalongan.
 Pekan Kreatif Nusantara tersebut dibuka dengan ditandai pemukulan gong, dilanjutkan peninjauan ke beberapa stand pameran oleh Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo, didampingi Bupati Banyumas, Drs Mardjoko MM. dan ditutup oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan.
Hadir dalam acara tersebut beberapa pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, anggota Komisi VI DPR RI, pejabat pemerintah Provinsi Jateng, Bupati Banjarnegara, Purbalingga, dan Cilacap, pimpinan Instansi Vertikal, Kepala Dinas Perdagangan se–Provinsi Jateng, pimpinan BUMN/BUMD/Perbankan, serta para rektor/pimpinan Perguruan Tinggi di Purwokerto dan Kepala pelabuhan Perikanan Samudera Cilaca.
Peserta kegiatan PKN sejumlah 120 peserta yang terdiri dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian Perdagangan, Kementrian Perindustrian, Kementrian Koperasi dan UKM, Kementrian Kelautan dan Perikanan, 6 Pemerintah Daerah Provinsi, 15 BUMN, 3 BUMD, 6 Perbankan, Swasta, Asosiasi Perusahaan, UKM, IKM, UMKM dan Koperasi. 

Dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk menjadikan Pekan Kreatif Nusantara 2012 sebagai sarana promosi industri, pariwisata, kerajinan, koperasi & UMKM, lembaga pemerintah, keuangan dan jasa lainnya, serta kuliner, dengan tujuan memajukan ekonomi kerakyatan yang kreatif dan berdaya saing kuat dalam bentuk produk lokal/ Nasional, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membangun tali persahabatan yang kuat antar anggota masyarakat. (cs)



Tanggul Penahan Gelombang di Utara PPS CIlacap Jebol diterjang Ombak



Tanggul penahan gelombang yag berada di sisi sebelah utara pelabuhan perikanan samudera cilacap, Jum’at 20/04/2012  jebol sepanjang 10 meter diterjang ombak setinggi lebih dari 3 meter.
Akibat jebolnya tanggul tersebut berakibat meluapnya air laut menuju jalan, kawasan industri PPS CIlacap dan pemukiman warga yang berada disekitar kawasan tersebut. Gelompang pasang yang berlangsung sekitar 1 (satu) jam (06.00 – 07.00 WIB) mengikis sebagian tanggul dan melewati tanggul yang berada disekitar PPS CIlacap hingga menghantam sebagian pemukiman yang berada di bibir pantai PPS CIlacap.
Kepala Bidang Pengembangan “Ir.Mansur, MM” menjelaskan bahwa Jebolnya pengaman tanggul disebabkan hempasan gelombang pasang yang mencapai 4 meter, hingga mengikis sebagian tanggul yang mengakibatkan jebolnya tanggul sepanjang 10 meter.
Hari itu juga pihak Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap segera memperbaiki tanggul dengan dipasangnya anyaman bambu/gedek yang diperkuat dengan sejumlah tiang, kemudian diurug dengan pasir menggunakan kendaraan alat berat. Selain itu digunakan juga sand bag untuk memperkuat tanggul (cs)









Semarak hari Kartini di PPS CIlacap


Darma Wanita Persatuan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap memperingati hari lahirnya RA.Kartini ke.133 di kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, Jum’at 20/04/2012.
Berbagai kegiatan lomba diadakan oleh istri dan Pegawai PPS Cilacap, berupa lomba senam, mewiru jarit serta merias wajah berpasangan dengan suami masing-masing dengan mata tertutup.
Ketua Darma Wanita Persatuan PPS CIlacap “Sri Purwanti Wahyuningsih” selaku panitia acara tersebut selalu memberi semangat kepada peserta lomba. Puluhan hadiah dan door prize diberikan kepada anggota Darma Wanita yang hadir di acara tersebut.
Senyum dan tawa riang dari peserta lomba tampak selalu menghias di setiap kegiatan tersebut. Dengan terselenggaranya kegiatan memperingati hari Kartini tersebut diharapkan agar rasa persaudaraan diantara anggota Darma Wanita dan keluarga besar Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap akan selalu terjalin dengan baik. (cs)






Kunjungan Gubernur Jawa Tengah di PPS CIlacap


Kunjungan Gubernur Jawa TengahBibit Waluyo” beserta rombongan, Senin (16/4/2012) di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dalam rangka untuk menyerahkan bantuan dari Presiden Republik Indonesia “Susio Bambang Yudayono” melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa tujuh Kapal Inka Mina kepada tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUB) di wilayah Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen disambut oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap “W.Haryomo, A.Pi, SE, M.Si” di ruang kerja beliau.

Hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Cilacap “H.Tatto Suwarto Pamuji, dan Wakil Bupati Kebumen Djuwarni, Amd.Pd, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, “Ir.Trisno Utomo, MM” sejumlah pejabat Pemprov Jateng, pejabat Pemkab Cilacap, pejabat PPS Cilacap, nelayan penerima bantuan serta undangan lainnya..

Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis ditandai penyerahan replika kapal Inka Mina oleh Gubernur Jawa Tengah, di kawasan kolam.C Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap. Masing-masing KUB penerima kapal Inka Mina dari Cilacap antara lain, KUB Mina Jaya Kelurahan Tegalkamulyan, KUB Usaha Mandiri Kelurahan Tambakreja serta KUB Mina Lestari Kelurahan Cilacap dan KUB Mina Makmur Kelurahan Sidakaya. Sedangkan Tiga Koperasi nelayan dari Kebumen yang menerima bantuan kapal,  antara lain KUB Mina Barokah desa Kalipoh, KUB Mina Guna desa Argopeni dan KUB Cempaka Mertani, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah.Selain itu, masing-masing kelompok Usaha bersama/KUB, juga menerima bantuan uang operasional berupa cek sebesar Rp 10 juta beserta Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) .



Di hadapan para nelayan Kebumen dan Cilacap nelayan khususnya, Guberbur juga menyampaikan bahwa bantuan kapal Inka Mina dari pemerintah tersebut, berawal dari keprihatinan Presiden SBY mengenai hasil tangkapan para nelayan Indonesia yang tidak sebanding dengan potensi laut yang begitu melimpah.Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah mengusulkan agar pemerintah membuat 1000 kapal modern untuk para nelayan di seluruh Indonesia dan diharapkan agar nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan. Usulan dari Gubernur Jawa Tengah tersebut disetujui oleh Presiden, dengan memberikan bantuan 1000 kapal untuk nelayan di seluruh Indonesia hingga tahun 2014 dan Jawa Tengah mendapatkan alokasi 100 kapal yang hingga tahun ini telah diserahkan 49 unit termasuk 7 kapal yang hari ini diserahkan kepada nelayan Cilacap dan Kebumen.


Lebih lanjut menurut beliau, sesuai permintaan para nelayan, kapal perikanan dengan bahan fiberglass, berbobot 30 gross ton (GT) seharga Rp.1,5 miliar tersebut juga dilengkapi dengan alat tangkap, GPS, radio komunikasi dan alat pendeteksi ikan.
Selain itu Gubernur Jawa Tengah “Bibit Waluyo” juga menyerahkan bantuan dana operasional Rp.10 juta. Beliau mengakui bantuan tersebut masih jauh dari dari kebutuhan perbekalan untuk sekali melaut yang bias mencapai Rp.40 juta. Kekurangan dana melaut tersebut dihimbau agar untuk meminjam ke Bank Jateng dan jangan meminjma kepada rentenir yang dapat memberatkan nelayan nantinya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Cilacap “H.Tatto Suwarto Pamuji” menjelaskan, bahwa potensi perikanan di laut Cilacap mencapai 72.000 ton pertahun, namun yang sudah dimanfaatkan nelayan Cilacap sekitar 14.000 ton.
“Karena itu, diperlukan peningkatan kualitas SDM nelayan, termasuk dukungan berupa sarana dan prasarana yang modern,” ujar orang nomor satu di Kabupaten Cilacap.(cs)


Restoran Internasional dibangun di PPS CIlacap


Dilandasi keinginan yang kuat untuk meramaikan dan memajukan pariwisata di Cilacap Direktur CV. Berkah Ramadhan Sejahtera (BRS) Yunnie Setiawati Erwin akan membangun restoran bertaraf internasional “Yunnie’s  Place” dengan investasi sebesar Rp.4 milyar di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.
Peletakan batu pertama pembangunan restoran tersebut dilakukan oleh Direktur Utama CV.BRS “Yunnie Setiawati Erwin” dan Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ‘W.Haryomo, A.Pi, SE, M.Si’ diatas tanah seluas 3500 m2 di kawasan industri pelabuhan perikanan samudera cilacap (kamis, 12/04/2012).
Pembangunan restoran bertaraf internasional di kawasan PPS Cilacap tersebut rencananya kan dibangun dua lantai dengan kaasitas 140 kursi dan 30 kursi.
Selain itu rencananya bahan baku restoran seafood tersebut berasal dari hasil tangkapan nelayan cilacap termasuk tenaga kerjanya 95% berasal dari putra/putrid daerah. (cs)

Musim Belo di PPS Cilacap



Mulai tanggal 23/03/2012 hasil tangkapan nelayan Cilacap berupa ikan belo cukup melimpah. Ikan belo atau ikan selanget tersebut ditangkap dengan menggunakan alat tangkap jaring sirang 2 inch memakai kapal fiberglass berukuran <5 GT.
Para nelayan berhasil mendapatkan ikan belo dengan hasil sekitar 600 – 1000 kg, bahkan ada yang mencapai 1200 kg/kapal/hari. Ikan tersebut langsung dijual kepada para bakul/pedagang lokal di Cilacap dengan harga Rp.1500/kg. Salah satu bakul/pedagang ikan pengepul dalam satu hari ( 27/03/2012) berhasil mengumpulkan ikan belo hasil tangkapan dari para nelayan sekitar 10 ton. (cs
)

Screening Penyakit Tidak Menular di PPS Cilacap



Screening Penyakit Tidak Menular atau disingkat PTM merupakan salah satu kegiatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Cilacap. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Pelayanan Terpadu Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ( Selasa, 20 Maret 2012 ).
Kegiatan PTM tersebut berupa pemeriksaan fisik (tekanan darah, berat badan, tinggi badan), pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, pengobatan dan pemberian suplemen secara gratis.

Sasaran kegiatan tersebut adalah para Pegawai PPS Cilacap dan Instansi terkait yang bertugas di Pos Pelayanan terpadu dengan usia lebih dari 35 tahun. Pemeriksaan tersebut dilakukan ole tim medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Cilacap dengan hasil sekitar 15% ada yang mengalami gangguan asam urat, kolesterol, gula darah serta hipertensi dan langsung diberikan suplemen secara cuma-cuma.(cs)

Rapat Karyawan PPS CILACAP



Dipimpin oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ‘ W.Haryomo, A.Pi, SE, M.Si ‘ rapat karyawan PPS cilacap berlangsung di aula kantor, Senin 19 Maret 2012 yang dihadiri oleh pejabat struktural dan pegawai PPS Cilacap.
Rapat Karyawan PPS CIlacap tersebur membahas tentang kinerja operasional pelabuhan perikanan di PPS Cilacap meliputi tupoksi/uraian tugas masing-masing bidang/seksi.
Rapat Karyawan PPS CIlacap tersebur membahas tentang kinerja operasional pelabuhan perikanan di PPS Cilacap meliputi tupoksi/uraian tugas masing-masing bidang/seksi.
Kalabuh juga menghimbau agar semua pegawai dapat lebih semangat dan bekerja lebih baik dari yang terbaik. Selain itu para pegawai juga harus mempunyai agenda/ buku kecil lapoan harian kegiatan masing-masing pegawai. (cs)



SIRAMAN ROHANI ISLAM DI PPS CILACAP


Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap secara rutin melaksanakan kegiatan Siraman Rohani kapada para pegawai dan keluarganya. Kegiatan Kajian Islam kali ini berlangsung di balai pertemuan break water PPS Cilacap, Jum’at 09 Maret 2012 dengan bimbingan Ustadzah Samhatun.
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ‘W.Haryomo, A.Pi, SE, M.Si’ juga ikut menghadiri kegiatan tersebut, dan beberapa anggota Darma Wanita Persatuan PPS Cilacap.

SOSIALISASI GERAKAN PELABUHAN PERIKANAN BERSIH

Bertempat di Balai Pertemuan Break water Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (02/03/2012), sosialaisasi gerakan pelabuhan perikanan bersih dilaksanakan.
Sosialisasi gerakan pelabuhan perikanan bersih tersebut di buka oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ‘W.Haryomo, A.Pi, SE, M.Si‘ yang sekaligus menyampaikan materi tentang ‘pentingnya kebersihan di lingkungan pelabuhan perikanan’. Disamping itu penyampaian materi tentang ‘Gerakan Nasional Indonesia Bersih di Pelabuhan Perikanan’ juga disampaikan oleh Kasubdit Tata Operasional Pelabuhan Perikanan ‘Ir.M.Firdaus, MM’.
Peserta kegiatan gerakan pelabuhan perikanan bersih berjumlah 50 (lima puluh) orang yang terdiri dari : para pengusaha, nelayan, pedagang ikan dan pengguna jasa di pelabuhan perikanan.
Disamping penyampaian materi tentang kebersihan yang disampaikan  di ruang balai pertemuan break water, peserta juga melakukan aksi gerakan pelabuhan perikanan bersih dilapangan yang dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha ‘Drs.Eno Sandy Prayitno, MM’ dengan melakukan pembersihan di sekitar kawasan Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. (cs).





Pelatihan Peningkatan Kehidupan Nelayan di PPS Cilacap


Kegiatan pelatihan kehidupan nelayan angkatan IV bidang penangkapan ikan bagi nelayan yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal (BPPP) bertempat di Balai Pertemuan Nelayan PPS Cilacap tanggal 27 Pebruari sampai dengan 03 Maret 2012.
Peserta kegiatan pelatihan tersebut adalah nelayan yang berdomisili di Kabupaten Cilacap berusia 18 s/d 45 tahun yang ditunjuk oleh Dinas DKP2SKSA Kabupaten Cilacap dengan pelatih dari Widyaswara dan Instrukstur BPPP Tegal.
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mendukung program peningkatan kehidupan nelayan dengan mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan.
Dengan diselenggarakannya pelatihan peningkatan kehidupan nelayan tersebut, diharapkan para peserta dapat memahami kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan Kabupaten Cilacap dan peserta pelatihan setelah mengikuti kegiatan tersebut dapat memahami pembuatan jarring millennium, perawatan alat tangkap, teknik penangkapan ikan serta dapat merencanakan pelayaran. (cs)

Kunjungan Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Prov.Jawa Tengah di PPS CILACAP


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah (Ir Subagyo, MM) beserta rombongan usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah (H.Bibit Waluyo) dan Bupati Cilacap (H.Tatto Suwarto Pamuji) beserta jajaran Pemkab Cilacap, SKPD, DPRD Kab.Cilacap, Tokoh Masyarakat serta undangan lainnya di pendopo Wijaya Kusuma Kabupaten Cilacap, Sabtu 18 Pebruari 2012 mengunjungi kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap untuk beramah tamah dan berdiskusi dengan Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (W.Haryomo, A.Pi, SE, M.Si).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sedianya mendampingi Gubernur Jawa Tengah untuk menyerahkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa tujuh unit kapal penangkap ikan bagi nelayan Cilacap dan Kebumen di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, namun karena berbagai hal penyerahan bantuan kapal penangkap ikan tersebut ditunda.
Penundaan tersebut disebabkan karena menurut para nelayan di pesisir pantai selatan khususnya nelayan Cilacap mengatakan bahwa; prototipe kapal tersebut hampir sama dengan kapal nelayan yang beroperasi di Laut Jawa, semestinya untuk kapal yang beroperasi di sekitar Samudera Hindia secara teknis berbeda karena Samudera Hindia terkenal akan keganasan gelombangnya.
Tujuh (7) kapal penangkap Ikan bernama ‘Inka Mina Makmur’ yang berbobot 39 Gross Ton dengan merk mesin Yuchai 140 HP dan berbahan Fiber Glas tersebut hingga kini masih bersandar di kolam Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. (cs)





Operasional PPS Cilacap

My Photo

My Video's

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes