Ayat - Ayat Lautan

Lebih dari 70% permukaan bumi adalah air. Tentu Allah memiliki rencana untuk dipahami manusia.

MARIA GIRGHIS MENGECAP manis dan pahitnya cinta, dalam novel yang ditulis oleh Habibur-rahman El-Shirazy, Ayat-Ayat Cinta. Gadis ayu pemeluk Kristen Koptik itu menderita gila asmara yang mendalam pada Fachri. Adakah kefasihannya melafalkan ayat-ayat dalam surat Maryam mengolah hatinya dalam derita, bahagia atau keikhlasan?
Kitab suci senantiasa menyentuh segala ihwal bahasan. Andaikan laut sebagai tinta, takkan cukup menuliskan berbagai pemahaman akan al Qur'an. Ada ihwal manusia, alam dan kehidupan. Tentang hubu-
gan sosial, ekonomi, politik, akhlak dan peribadatan. Terdapat ketauhidan, peringatan perihal kejahatan dan keIalaian, juga puji dan anjuran tentang amal dan kemuliaan. Dan tidak luput pula mengenai bumi, semesta lautan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, suatu hari menerima titipan buku berjudul Al Qur'an dan Lautan, dari penulisnya Agus S. Djamil. Sebelumnya, Menteri Kelautan dalam banyak perbincangannya sering mengatakan, bahwa Tuhan tentu punya maksud menciptakan bumi sebagian besar terdiri dari lautan. Dan tentu, Tuhan memiliki juga rencana dengan menganugerahi Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar, yang wilayahnya lebih banyak berupa lautan.

Menteri Kelautan Freddy Numberi sering mengakhiri pembicaraan dengan kalimat ajakan, "Mensyukuri, rnemanfaatkan sebaik-baiknya, memelihara kelestariannya, dan menunjukkan persatuan dan kesatuan di negeri tercinta."

Dalam bahasa santri, isyarat dari Allah sering disebut sebagai ayat-ayat kauniyyah, atau tanda-tanda kebesaran Allah. Perenungan ini seiring dengan bagian ayat yang berbunyi, "Maa khalaqta haadzaa baathilaa." Tidaklah Allah menciptakan semua ini dengan sia-sia, not unintended creation.

Substansi perenungan tersebut mendapatkan penjelasan dari ayat qauliyyah atau ayat kitabiyyah, misalnya dari surat al Hajj: 65. "Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintahNya? Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan ijinNya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia."

Dengan kebesaran-Nya, Tuhan mengatur jarak bumi dari matahari sejauh 150 juta km, dan jarak yang akurat antara bumi dan bulan, sedemikian rupa. Sehingga oleh sistem gravitasi bumi, memeluk tanah dan tertunduk di posisinya, serta bersuhu nyaman untuk segala kehidupan yang ada di permukaan rnaupun lingkungannya.

Dengan kandungan air laut tidak kurang dari 370 juta kilometer kubik, maka terjadilah siklus hujan dan penguapan yang sangat seimbang di planet kehidupan ini. Tidak lebih, tidak kurang berlangsung bermilyar tahun lamanya, sebagaimana ayat 18 dari surat al Mu'-miniin: "Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lain Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya."

Dan ayat ini telah diperkuat oleh Surat Al Furqan:2, "... dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya."

Omne Vivum ex Oceanis

Beberapa ahli biologi laut memiliki dalil yang berarti, "Segala kehidupan berasal dari laut". Tentu dalil itu didasarkan dari berbagai interpretasi dan teori, sehingga berkesimpulan bahwa protoplasma adalah asal-usul semua kehidupan, termasuk tanaman, hewan, dan manusia. The original basis of the living matter. Mereka mendasarkan pula pada temuan adanya fosil tertua hewan laut yang ada nun jauh tinggi di puncak gunung. Ini ditafsirkan, bumi kita pada mulanya terselimuti laut. Namun bukankah karena ulah tektonis, dasar laut oleh dorongan dari dalam, mencuat ke permukaan, dan membentuk gunung baru seperti Krakatau? Wallahu a'lam bisshawab.

Dalam al Qur'an kita dapatkan ayat-ayat yang mendukung pemahaman ini. Surat al-Anbiya: 30, terdapat ungkapan, "Dan dari air Kami jadikan segala sesualti yang hidup." Atau dalam Surat al Furqan: 54 yang membawa arti bahwa Allah "menciptakan manusia dari air". Dalam penafsiran "dari air (minal maa'i)" dapat ditafsirkan dua macam, yakni originate from atau made of.

Proporsi air pada tubuh manusia adalah 60-74 %. Di bumi, total volume air adalah 1.420.240.000 km1. Adapun proporsi permukaan air laut di bumi adalah 71,11 %.

Cukup menarik penelitian yang dilakukan Dr. Tariq al Sawaidan, bahwa kata "laut" dalam al Qur'an berjumlah 32, dibanding dengan penyebutan "darat" sebanyak 13 kali. Apabila diprosentasekan, maka jumlah kata "laut" sebanyak 71,11 %, sama dengan proporsi permukaan laut di bumi.

Lautan dalam al Qur'an

Berbagai macam aspek yang terkait dengan laut, lautan dan kelautan, tersebut dalam al Qur'an. Menurut hitungan, sekitar 48 ayat dari 29 surat mengurai tentang ketauhidan, keislaman, kehidupan, peringatan, kelestarian dan juga manfaat yang dapat diperoleh bagi kesejahteraan ummat manusia, sebagaimana surat An Nahl: 14, ''Dan Dialah, Allah, yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu megeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karuniaNya, dan supaya kamu bersyukur."

Sebagai khalifah di bumi, kewajiban kita adalah memanfaatkan karunia Allah dengan sebaik-baiknya, termasuk memelihara kelestariannya. Itulah ungkap syukur yang biasa dengan ikhlas kita amalkan. Tuhan berjanji dalam Surah Ibrahim: 7, "Dan Ingatlah (juga), tatkala ' Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingk ari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab, sangat pedih."

Setelah memahami ayat-ayat qaulyah dalam al Qur'an tentang arti yang besar kelautan, dan merenung pula ayat-ayat kauniyyah bahwa negeri nusantara tercinta ini diciptakan Tuhan sebagian besar dari lautan, maka bangsa ini patut mensyukurinya dengan menggali, memanfaatkan, dan melestarikannya.(ADV)
* Ketua Kerohanian Islam Departemen Kelautan dan Perikanan

Sumber : Majalah Sabili No.21 TH XXV 25 Rabiul Akhir 1429H

SOSIALISASI LOGBOOK DI PPSCILACAP TH.2010


PPSCilacap, Januari 2010 - Kegiatan penerapan Log Book perikanan merupakan konsekuensi keikutsertaan Indonesia dalam keanggotaan IOTC dan tertuang didalam PerMen 12 th 2009, dimana setiap pelaku penangkapan ikan wajib mengisi Logbook penangkapan secara rutin pada setiap operasi penangkapan dan menyampaikan isian Logbook penangkapan di Pelabuhan Perikanan tempat pelaku penangkapan membongkar hasil tangkapan kepada petugas di Pelabuhan Perikanan.
Tujuan penerapan Log Book Perikanan adalah dalam rangka mendukung pendataan statistik perikanan, evaluasi dan analisa Pengelolaan SDI yaitu, (1) Kapasitas penangkapan (2) Efisiensi penangkapan, (3) Trajectory Produksi Ikan per jenis, dan (4) Musim Penangkapan
Mengingat pentingnya logbook perikanan maka Kementrian Kelautan dan Perikanan menggelar sosialisasi tentang Logbook di PPSCilacap Selasa(19/10/12) yang diadakan oleh Direktorat Sumber Daya Ikan, dengan Narasumber Ir.Erni Widjajanti Mag.Buss, RA Hesti Warih Madyeng Ratri Api.MM serta Saut Tampubolon S.Sos.MM.Yang dihadiri oleh para pelaku usaha perikanan, diantaranya : Pemilik kapal, Pengurus kapal, Nahkoda serta instansi terkait lainnya.
Selain sosialisasi logbook perikanan, disosialisasikan juga Pelaksanaan Catch Documentation Scheme (CDS) CCSBT dan Trade Information Scheme (TIS) IOTC,
Form IOTC Bigeye Tuna Statiscal Document sesuai dengan Resolusi Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) Nomor 01/06 Concerning IOTC Bigeye Tuna Statiscal Document Program dan Resolusi Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) Nomor 03/03 Concerning The Amandement of the Forms of The IOTC Statiscal Document.
Dengan diadakan sosialisasi tersebut diharapkan seluruh pemangku kepentingan perikanan memahami pentingnya logbook perikanan, mengerti bagaimana cara pengisiannya dan mau melaksanakannya.(cs)

Jenazah Gus Dur Dibawa ke Areal Pemakaman


Jombang - Salat jenazah untuk KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang dilakukan di Masjid Ulul Albab dilakukan bergelombang sebanyak 2 kali. Selain dipimpin oleh mantan Ketua PWNU Jatim, Ali Maschan Moesa, salat jenazah juga dipimpin oleh salah satu budayawan, KH Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Setelah disalatkan di Masjid Ulul Albab, jenazah Gus Dur yang berada di dalam peti berselimut bendera Merah Putih itu kembali diusung dan dimasukkan ke mobil jenazah dan dibawa ke kompleks pemakaman yang jaraknya 200 meter dari Ponpes Tebuireng.

sekitar pukul 12.10 WIB, Kamis (31/12/2009) ribuan warga nahdliyin tampak berebut membawa peti jenazah ke mobil. Mobil pun berangkat ke kompleks pemakaman.

Tampak petugas kepolisian kewalahan menghalau warga yang tampak antusias mendekati peti jenazah. Dengan berjalan pelan, mobil jenazah masuk ke Ponpes Tebuireng. Jenazah Gus Dur pun akan kembali disalatkan di pemakaman komplek Ponpes Tebuireng.

Hingga pukul 12.55 WIB, persiapan pemakaman Gus Dur masih terus berlangsung. Sejumlah menteri, pejabat dan tokoh-tokoh nasional sudah mendekati liang lahat. Ribuan warga juga berkumpul di areal pemakaman.
BIOGRAFI GUS DUR

GUSDUR WAFAT


JAKARTA - Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) pada pukul 18.45. Gus Dur menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah sejak pukul 13.00 siang tadi dirawat intensif di ICU.

Wafatnya Gus Dur itu disampaikan asisten pribadi Gus Dur, Bambang Susanto. "Innalilahi wai inalilahi rojiun ...telah meninggal dunia KH. ABDURRAHMAN WAHID(GUS DUR) di RSCM ...Al-fatehah,"

Sebelumnya, kondisi kesehatan Gus Dur memang memburuk sepekan ini. Sejak dua hari lalu, Gus Dur juga sudah tidak lagi mau makan. Gus Dur sempat dijenguk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan dikabarkan Presiden SBY masih berada di ruang tempat Gus Dur dirawat ketika Gus Dur meninggal.

Selain keluarga dan kerabat dekat, sejumlah pejabat tinggi negara juga sudah berdatangan di RSCM. Menko Kesra Agung Laksono juga datang langsung. Meski demikian belum ada kepastian dimana dan kapan mantan ketua PBNU itu dimakamkan.

Gus Dur dilahirkan 4 Agustus 1940 di Jombang, Jawa Timur. Gus Dur meninggalkan seorang istri, Shinta Nuriyah dan empat putri.
BIOGRAFI GUS DUR

Operasional PPS Cilacap

My Photo

My Video's

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes