Gada Bercahaya Kunjungi PPS Cilacap


Gada Bercahaya merupakan Siswa-Siswi tingkat SD/MI, SMP/MTs serta SMA/SMK/MA berprestasi se Kabupaten Cilacap yang dimulai 15-17 Agustus 2011 bertempat di Hotel Griya Patra Cilacap, dengan berbagai kegiatan, salah satu kegiatannya mengunjungi Perusahan yang ada di Kabupaten Cilacap, diantaranya; PT. Pertamina, PT.Holcim Indonesia Tbk Cilacap serta Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap serta Obyek wisata Benteng Pendem Cilacap
Gelar Anak bangsa (gada) Bercahaya usai mengikuti Upacara HUT RI ke.66 di Alun-alun Kabupaten Cilacap, berkunjung ke PPS Cilacap dengan jumlah 144 Siswa-Siswi serta 47 orang Panitia. Rombongan Gada Bercahaya disambut oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha “Drs Eno Sandy Prayitno, MM”, Kepala Bidang Tata Operasional “Agustinus Hardono Usodo, A.Pi, MM” serta beberapa pejabat Struktural dan staf PPS Cilacap.
Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, para tunas-tunas bangsa terbaik di kabupaten Cilacap, diarahkan untuk mengunjungi TPI (Tempat Pemasaran Ikan/dahulu Tempat Pelelangan Ikan) serta beberapa fasilitas di PPS Cilacap, yang dipandu oleh A. Hardono Usoda, A.Pi, MM.
Didalam gedung TPI tersebut Kepala Bidang Tata Operasional memberikan pengarahan serta penjelasan tentang sejarah PPS Cilacap dan kegiatan Operasionalnya. Berbagai pertanyaan terlontar dari Siswa-Siswi tersebut yang menanyakan tentang jenis kapal, alat tangkap serta ikan yang dominan di PPS Cilacap dan berbagai pertanyaan seputar Kelautan dan Perikanan khususnya di Cilacap.
Selama kurang lebih satu jam rombongan Gada Bercahaya berada di PPS Cilacap, hingga usai kunjungannya siswa siswi terbaik 2011 se kabupaten Cilacap diberikan kenang-kenangan berupa leafleat PPS Cilacap serta jam dinding bertuliskan PPS. Cilacap.(cs)

BimTek Penangkapan Ikan di Lokasi Minapolitan Cilacap


Kawasan minapolitan adalah kawasan ekonomi yang terdiri dari sentra – sentra produksi dan perdagangan komoditas kelautan dan perikanan, jasa, perumahan yang terintregrasi. Formulasi pelaksanaan minapolitan harus melibatkan peran masyarakat mulai dari perencanaa, implementasi dan evaluasi. Persoalan mendasar yang hingga sat ini mendera masyarakat pesisir adalah kemiskinan dan pengangguran. Oleh karena itu program minapolitan harus membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan. Sektor kelautan dan perikanan adalah the sleeping giant, kalau dikembangkan maka efeknya besar. Namun tidak bisa mengandalkan kerja satu kementerian, dibutuhkan lintas koordinasi dan keterlibatan pemda. Karaktiristik lokasi minapolitan direncanakan terdiri dari sentra – sentra produksi dan pemasaran berbasis perikanan, keanekaragaman kegiatan ekonomi, produksi, perdagangan, jasa pelayanan, kesehatan dan social. Selain itu saran dan prasarana memadai untuk mendukung keanekaragaman aktivitas ekonomi.
Maka Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan selaku UPT dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dalam rangka mensukseskan program minapolitan Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan kegiatan Bimtek Teknologi Penagkapan Ikan di lokasi Minapolitan Cilacap tepatnya di Balai Pertemuan Nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) dari tanggal 22 s/d 24 Juni 2011. Acara dibuka oleh Ir. Agus Purnomo (Perekayasa Madya) dari Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. Adapun peserta Bimtek adalah nelayan di lingkungan Kabupaten Cilacap sebanyak 20 orang
Adapun tujuan dilaksanakan Bimtek adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil inovasi yang telah dihasilkan dan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan terhadap perkembangan teknologi di bidang penagkapan. Sedang sasarannya adalah terlatihnya seluruh peserta Bimtek Penangkapan Ikan di lokasi Minapolitan Cilacap sehingga mampu menerapkan teknologi penangkapan ikan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan yang bertanggung jawa (cs)

Pantai Teluk Penyu Tercemar Limbah Minyak


Pantai Teluk Penyu Cilacap yang berada di pantai selatan pulau jawa tepatnya Pantai yang bersebelahan dengan Pulau yang terkenal dengan Narapidana kelas kakap 'Nusakambangan'. Pantai yang tadinya begitu indah dengan warna birunya, tapi pagi (12 Juli 2011)berubah menjadi hitam pekat kecoklatan dan berbuih,hal tersebut karena adanya tumpahan minyak mentah di laut. aDugaan sementara karena adanya kebocoran Pipa Minyak di lepas pantai cilacap hingga menyebabkan kotornya pantai teluk penyu, namun hal tersebut sedikit teratasi dengan diambilnya tumpahan minyak mentah tersebut oleh para warga khususnya nelayan di sekitar PPS Cilacap yg nantinya akan diberikan ganti rugi oleh pihak Pertamina.Puluhan warga beramai-ramai mengambil limbah tersebut dan dimasukan kedalam blong yang nantinya akan di ambil/diberikan ganti rugi oleh pihak Pertamina. Hingga saat ini belum ada kesepakatan berapa biaya untuk tumpahan miyak mentah itu per blongnya yang akan diberikan untuk nelayan tersebut

TEMU TEKNIS PENGAWASAN PERIKANAN


Temu Teknis Pengawasan dengan Instansi Terkait, Pelaku Usaha dan Masyarakat di Satuan Kerja Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Cilacap yang dilaksanakan di gedung Pos Penyuluhan Perikanan/Balai Pertemuan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (Kamis 07/07/2011).
Acara tersebut dibuka oleh Direktur Pengawasan Sumberdaya Perikanan Direktorat Jenderal PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan ‘Happy Simanjuntak, SH’ serta ditutup oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ‘ W.Haryomo, A.Pi, SE, MSi”, yang dihadiri oleh sekitar 54 orang dari berbagai Instansi, diantaranya ; TNI AL Lanal Cilacap, SatPolAir Res.CIlacap, BLH Kab Cilacap, LPPMHP Cilacap, ADPEL Tanjung Intan Cilacap, Perum Perhutani, PPS Cilacap, DKP2SKSA Kabupaten Cilacap, Lurah Tegalkamulyan, Pertamina RU IV Cilacap, PT.HOLCIM, HNSI Kab.Cilacap, KUD Mino Saroyo, APKI, Pokmaswas Cilacap, Pokdakan Cilacap, Pos PSDKP Kebumen dan Sadeng DIY, PT Toxindo Prima, PT Juifa International Foods serta para pelaku usaha, pengurus kapal dan Nahkoda.
Kegiatan Temu Teknis Pengawasan tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan yang merupakan tanggung jawab bersama dengan tujuan ; memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya kelestarian untuk kesejahteraan bersama dan peran sertanya para pelaku usaha untuk mendukung kelestarian dan tertib peraturan.
Moderator dalam kegiatan Temu Teknis Pengawasan tersebut yaitu Koordinator Satker PSDKP CIlacap ‘ Heru Santoso, A.Pi ‘ dengan Narasumber dari ; Direktur Sumberdaya Perikanan ‘ Happy Simanjuntak, SH ’ , Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta ‘ Djoko Tjahyo Purnomo, A.Pi, MM, MH ‘ serta Kepala PPS CIlacap ‘ W. Haryomo, A.Pi, SE, MSi ‘ dan Kepala Dinas DKP2SKSA CIlacap ‘ Supriyanto, MSi dengan metode berupa paparan serta tanya jawab/diskusi.
Sebelum acara usai, beberapa hal ditanyakan oleh peserta kepada narasumber diantaranya mengenai ; Minapolitan di Kabupaten Cilacap, Perizinan Kapal Perikanan serta Pencemaran lingkungan dan Perda tentang pelarangan pemasangan jaring oleh nelayan si alur pelayaran untuk kapal-kapal Pertamina, yang semuanya berhasil di diskusikan dengan baik.(cs)

SDN 02 Adipala Cilacap kunjungi TPI PPS Cilacap



Puluhan siswa dari SDN 02 Adipala Cilacap telah mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ( 24 Mei 2011 ). Rombongan tersebut disambut oleh Kepala Bidang Tata Operasional didampingi Kepala Seksi Kesyahbandaran dan Kepala Seksi Pemasaran dan Informasi serta Joko Rianto,S.Pi, staf dari Seksi Pemasaran dan Informasi yang bertugas di TPI.
Para siswa Sekolah Dasar tersebut juga melihat-lihat aktifitas di demaga bongkar. Beberapa siswa juga terlihat begitu tekun memperhatikan beberapa ekor ikan segar yang sedang diperagakan sekaligus dijelaskan untuk perkenalan bagi siswa tersebut.
Kunjungan para Siswa/Siswi tersebut guna menunjang kegiatan belajar mengajar yang merupakan sebuah metode pembelajaran bagi anak untuk mengetahui secara langsung kegiatan di Pelabuhan dan mengenal lebih jauh tentang Kelautan dan perikanan..(cs)

Operasional PPS Cilacap

My Photo

My Video's

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes