Profil Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.2010


Latar Belakang
Gagasan pembangunan Pelabuhan Perikanan Cilacap diawali sejak  dekade tahun 1980-an oleh Direktorat Jenderal Perikanan dengan mengembangkan PPI Sentolokawat, namun rencana tersebut menemui hambatan karena lokasinya berdekatan dengan dermaga dan lalulintas kapal tanker Pertamina.
Dari hasil rapat koordinasi pada tanggal 14 Agustus 1989 diputuskan, bahwa pembangunan pelabuhan perikanan segera dilaksanakan dan Bappenas ditunjuk sebagai koordinator tim pelaksana serta Pertamina sebagai penyandang dana. Pembangunan Pelabuhan Perikanan Cilacap, sesuai SK Menko Ekuin dan Wasbang Nomor Kep.09/M.EKUIN/1990 tanggal 24 Maret 1990 beranggotakan 11 instansi/Departemen terkait.
Pembangunan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap dimulai tahun 1991/1992 dan selesai pada tahun 1994. Uji coba operasional dilakukan pada tanggal 20 Mei 1994 sampai dengan 24 Mei 1995. Pada tanggal 18 Nopember 1996 PPSC diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia. Pada awalnya status Pelabuhan Perikanan Cilacap ditetapkan sebagai Pelabuhan Perikanan type B (Nusantara) sesuai dengan Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tanggal 16 Agustus 1995. Dalam perkembangan selanjutnya meningkat menjadi Pelabuhan Perikanan type A  (Samudera) sesuai persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 86/M/PAN/4/2001 tanggal 4 April 2001. 


Letak Geografis
PPS Cilacap berlokasi di Kelurahan Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, tepatnya pada posisi 109 °01'18,4 '' BT dan 07 ° 43' 31,2 ''LS.
Lokasi pelabuhan perikanan ini sangatlah strategis karena berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia (WPP IX) yang merupakan fishing ground khususnya udang, cakalang dan tuna.

Landasan Hukum
Peraturan perundang-undangan sebagai landasan hukum pembangunan dan operasional / pengelolaan pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap adalah :
UU. No. 21 Th. 2008, tentang Pelayaran.
UU. No. 45 Th. 2009, tentang Perubahan atas Undangundang nomor 31 Th. 2004 Tentang Perikanan.
PP No. 19 Th. 2006, Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2002 Tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Kelautan Dan Perikanan.
Kep. Men Kelautan dan Perikanan No:Kep/16/MEN/2006, tentang Pelabuhan Perikanan
PERMEN Kelautan dan Perikanan No.PER.06/MEN/2007, tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelabuhan Perikanan.





Visi & Misi
Visi : ” Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015.”
Misi : "Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan"

TUJUAN GRAND STRATEGY (The Blue Revolution Policies
• Memperkuat Kelembagaan dan SDM secara Terintegrasi.
• Mengelola Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan.
• Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Berbasis Pengetahuan
• Memperluas Akses Pasar Domestik dan Internasional.

Tugas Pokok
Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. PER.06/MEN/2007 ”Tugas pokok Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap adalah melakukan fasilitasi produksi dan pemasaran hasil perikanan  di wilayahnya, pengawasan pemanfaatan sumberdaya ikan untuk pelestariannya, dan kelancaran kegiatan kapal perikanan, serta pelayanan kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan

Fungsi
Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana diatas, Pelabuhan Perikanan menyelenggarakan fungsi :
1. Perencanaan, pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pengawasan dan pengendalian serta pendayagunaan   sarana dan prasarana pelabuhan perikanan;
2. Pelayanan teknis kapal perikanan dan kesyahbandaran di pelabuhan perikanan;
3. Pelayanan jasa dan fasilitasi usaha perikanan;
4. Pengembangan dan fasilitasi penyuluhan serta pemberdayaan masyarakat perikanan;
5. Pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi di wilayahnya untuk peningkatan produksi, distribusi, dan pemasaran hasil perikanan;
6. Pelaksanaan fasilitasi publikasi hasil riset, produksi, dan pemasaran hasil perikanan di wilayahnya;
7. Pelaksanaan fasilitasi pemantauan wilayah pesisir dan wisata bahari;
8. Pelaksanaan pengawasan penangkapan sumber daya ikan, dan penanganan, pengolahan, pemasaran, serta pengendalian mutu hasil perikanan;
9. Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data perikanan, serta pengelolaan sistem informasi;
10.Pelaksanaan urusan keamanan, ketertiban, dan pelaksanaan kebersihan kawasan pelabuhan perikanan;
11.Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Struktur Organisasi

•KEPALA PELABUHAN : W. Haryomo, A.Pi, SE, M.Si

 •KEPALA BAGIAN TATA USAHA : Drs. Eno Sandy Prayitno. MM
 •KASUBAG KEUANGAN : Drs. Hariyanto
 •KASUBAG UMUM : Eko Yuliani, A.Pi

 •KEPALA BIDANG PENGEMBANGAN : Ir. Mansur, MM
 •KASI SARANA : Mundakir, A.Pi, MM
 •KASI PELAYANAN & PENGEMB. USAHA : Maksi Mentaruk, B.Sc

 •KEPALA BIDANG TATA OPERASIONAL : A. Hardono Usodo, A.Pi, MM
 •KASI KESYAHBANDARAN : Dwiharto Kurniawan, A.Pi, MM
 •KASI PEMASARAN & INFORMASI : Yatim Kurniadi, S.Pi, M.Si

Fasilitas Pelabuhan

No
Nama Fasilitas
Ukuran
Jml/ unit
Kapasitas/
Keterangan
A
Fasilitas Pokok
1
Alur Masuk (Panjang/Lebar/Dalam)
757M/90 M/- 3  s/d –6 M
1
2
Kolam pelabuhan (Luas/Kedalaman)
 19,2 Ha/- 2 s/d - 3 LWS
1
3
Dermaga
1632.8 M²
13
110  Kpl
4
Breakwater
1127,57 M
2
-
5
Revertment
3032,38 M
6
Lahan industri
12,73 Ha
-
HPL
7
Lahan yang telah dimanfaatkan
5,17 Ha
-
HPL
8
Jalan
1637 M
-
9
Jembatan
30 M
-
10
Drainase
244 M
-
-
B
Fasilitas Fungsional
1
Kantor administrasi
993 M²
I
75 pegawai
2
TPI
1.684 M²
2
3
Bengkel dan Dock 5 rel
3.195 M²
2
-/500 GT
4
Tangki air &  instalasi
89 M³
1
Beton
5
Jaringan Listrik : - Genset
 100 KVA
3
Insidentil used
                        - PLN
 75,5 KVA
1
6
Line telepon
-
7
-
7
SPBU / SPBB Milik KUD : - Luas Lahan
5000 M2
1
- tangki solar
-
2
95 KL (solar)
- tangki bensin
1
16 KL (bensin)
8
Pengolahan Ikan
120 M²
C
Fasilitas Penunjang
1
Pos Penjagaan
64 M²
2
2
Pagar keliling
3632,5 M
3
Gerbang
-
2
4
Balai pertemuan dan shelter nelayan
400 M²
1
5
Shelter nelayan
120 M²
1
6
Kantor Waskan
200 M2
1
8 orang
7
Pos Pemeriksaan  Terpadu Kapal
96 M2
1
8
Mushola
16 M²
1
14 orang
9
Mess pelabuhan
-
17
-
10
Kendaraan operasional
-
17
-
11
Kapal Pengawasan
-
1
-
12
Kapal kebersihan kolam
-
1
-
13
Tempat Parkir
196  M²
1
   Roda dua





4 Kapal Nelayan Cilacap terhempas gelombang di Perairan Bengkulu



Empat (4) kapal nelayan yang bertolak dari Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap yaitu KM.Efany-1 (GT.87 No.663/Qa) dengan alat tangkap Purse Saine yang dimiliki oleh Sarjono serta KM. Horison Jaya Abadi  (GT. 28 No 114/ Qa) milik Oei Giok Hwa, KM. Putra Madura (GT. 28 No 919/ Qa) milik Doddy dan KM. Anita Jaya - 2 milik Triyati, ketiganya dengan memakai alat tangkap Long Line dan beralamat di cilacap tersebut pada tanggal 09 April 2013 mengalami kecelakaan di perairan bengkulu.
Menurut sumber dari Nakhoda KM.Anita jaya 07, sebelum kejadian Selasa tanggal 9 April 2013 jam 20.30 WIB, Aan kurniadi (Nakhoda KM.Anita Jaya 07) menerima panggilan dari Nakhoda KM.Horison Jaya Abadi dengan meneriakan adanya kepulan asap dari kapal, setelah itu kontakpun terputus.
Aan Kurniadi menuturkan bahwa kondisi cuaca saat itu diperkirakan tinggi gelombang mencapai 8 M dengan arah ombak dari timur ke barat dan arah angin yang berlawanan dengan ombak dengan kecepatan angin mencapai 50 Knot, arah angin dari tenggara ke barat laut. Cuaca tersebut merupakan dampak dari terjadinya badai Victoria.
Lebih lanjut, Nakhoda asal Cilacap tersebut mengatakan bahwa kondisi cuaca yang demikian telah termonitor oleh beliau  dan disebar luaskan kepada kapal-kapal yang lain. Namun karena ketinggian angin masih berada diatas 1000 Feed maka kapal yang berada disekitar perairan tersebut tidak bergeser untuk mencari lokasi yang lebih aman. Namun tidak diduga angin tersebut menyebar dan terjadi kondisi gelombang yang tinggi dengan kecepatan angin yang kencang mencapai 50 knot hingga menghempaskan 4 kapal nelayan asal Cilacap. Tempat kejadian tersebut di sekitar perairan Begkulu pada posisi antara 102.51.100  BT – 13.59.40 LS sampai 103.09.BT – 13.46 LS.
Posisi kapal – kapal yang terkena musibah pada saat kejadian dan ditemukan setelah kejadian adalah sebagai berikut :
  1. KM. Anita Jaya 2 dengan Posisi : 103.09.00 BT- 13.46 LS dan ditemukan pada Posisi: 104.07.00 BT- 14.02 LS
  2. KM. Horison Jaya Abadi dengan Posisi : 103.06.00 BT- 13.46 LS dan ditemukan pada Posisi : 113.39.00 BT- 13.43 LS
  3. KM. Putra Madura dengan Posisi : 102.51.00 BT- 13.59 LS dan ditemukan pada Posisi : 102.55.00 BT- 13.41 LS
  4. KM. Efani – 1 dengan Posisi : 103.03.00 BT- 14.07 LS dan ditemukan pada Posisi : 103.08.00 BT- 13.36 LS
Selanjutnya tanggal 10 April 2013 setelah kondisi perairan reda KM. Anita Jaya – 7 melakukan pencarian terhadap kapal-kapal yang hilang kontak tersebut. Pada jam 14.00 WIB pertama kali yang diketemukan bangkai adalah KM. Putra Madura dengan posisi telungkup dan ABK nya ditemukan oleh KM. Arabika Utama pada jam 17.00 WIB sampai jam 21.00 WIB berjumlah 14 (empat belas ) orang selamat, namun nakhoda dan KKM tidak ditemukan.
Hari berikutnya tanggal 11 April 2013 ditemukan bangkai KM. Horison Jaya Abadi dan 1 (satu) orang ABK nya yaitu Sdr. Sawal dengan kondisi selamat. Korban ditolong oleh KM. Tirta Samudera. Kemudian pencarian diteruskan sampai mendekati kepulauan Chrismas Australia. Pada jam 09.00 WIB ditemukan kembali 4 (empat) ABK KM. Efani – 1 dengan kondisi selamat. Sedangkan bangkai kapal KM. Efani – 1 sendiri ditemukan pada jam 16.00 WIB beserta 3 (tiga) orang ABK diatas bangkai kapal tersebut oleh KM. Wijaya Sari.
Pada tanggal 12 April 2013 KM. Anita Jaya – 7 pada jam 10.00 WIB menemukan bangkai kapal KM. Anita Jaya – 2, dan tidak ditemukan ABK seorangpun. Namun KM. Pangudi Jaya menemukan 1 (satu) orang ABK KM. Horison Jaya Abadi yang meninggal bernama Sidul Afrianto dengan posisi mengapung dan memakai pelampung dan 1 ( satu) orang ABK KM. Efani – 1 yang selamat.
KM. Anita Jaya – 7  tgl 13 April 2013 masih melakukan pencarian korban dari posisi kapal yang terkena musibah menuju kearah timur dengan kondisi cuaca sangat teduh dan tidak ada ombak hingga tanggal 14 April 2013 KM. Anita Jaya – 7 diperintahkan oleh pemilik kapal untuk mengambil korban yang selamat yang sudah ditemukan oleh  kapal lain yaitu di KM. Arabika Utama sejumlah 14 (empat belas) orang pada posisi 103.41 BT – 13.dan KM. Tirta Samudera sejumlah 1 (satu ) orang pada posisi 104.02 BT – 14.00 LS. Setelah mendapatkan korban yang selamat dari kedua kapal yang menolong tersebut, langsung pulang menuju cilacap. Lama perjalanan 4 (empat) hari mulai tanggal berangkat yaitu 14 April 2013 dan tiba di Cilacap tanggal 17 April jam 08.00 WIB di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, namun korban langsung dibawa ke RSU Kab. Cilacap untuk mendapatkan pertolongan medis. Sedangkan rombongan kapal yang lainya masih tetap  mencari korban yang belum ditemukan sampai sekarang.

Pada tanggal 14 April 2013 KM. Anita Jaya – 7 kemudian diperintahkan oleh pemilik kapal untuk mengambil korban yang selamat yang sudah ditemukan oleh  kapal lain yaitu di KM. Arabika Utama sejumlah 14 (empat belas) orang pada posisi 103.41 BT – 13.dan KM. Tirta Samudera sejumlah 1 (satu ) orang pada posisi 104.02 BT – 14.00 LS. Setelah mendapatkan korban yang selamat dari kedua kapal yang menolong tersebut, langsung pulang menuju cilacap. Lama perjalanan 4 (empat) mulai tanggal berangkat 14 April 2013. Tiba di Cilacap tanggal 17 April jam 08.00 WIB di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, namun korban langsung dibawa ke RSU Kab. Cilaap untuk mendapatkan pertolongan medis
Data Nama korban yang diketemukan :
Ø  KM. Putra Madura :
1.      Slamet Raharjo
2.      Supriyanto
3.      Aris
4.      Yusup
5.      Firman
6.      Seger Tawali
7.      Dendi
8.      Otong Wibowo
9.      Baong Arwanto
10.  Ramdani
11.  Sukono
12.  Salim
13.  Slamet B
14.  Purwanto
Ke 14 (empat belas ) korban diatas kondisi selamat ( masih ) hidup, sedangkan KKM bernama Sanusi dan Nakhoda bernama Suyoto belum diketemukan.
Semua korban berdomisili di Pemalang.
Ø  KM. Horison Jaya Abadi
1.      Sawal ( ABK yang selamat )
2.      Sidul Afrianto ( ABK Meninggal dunia)
Sedangkan 9 (sembilan ) orang korban temasuk nakhoda belum diketemukan. Alamat korban semuanya di daerah Pemalang. Kedua korban tersebut dibawa pulang oleh KM. Yong Putra – 18. Tiba di Cilacap tanggal 20 April 2013 jam 14.00 WIB, dan korban langsung dibawa ke RSUD Kab. Cilacap untuk mendapatkan perawatan medis, dan visum bagi yang meninggal. Selanjutnya korbaan langsung dibawa pulang ke Pemalang.

Ø  KM. Anita Jaya – 2
Jumlah ABK termasuk nakhoda adalah 11 (sebelas ) orang, namun belum ada yang diketemukan.  Alamat korban di daerah Pemalang.
Ø  KM. Efani – 1
1.   Jumadi ( 40 Th )
2.   Rosidin ( 17 Th )
3.   Sardi ( 35 Th )
4.   Heri JK ( 28 Th )
5.   Slamet Tutur ( 26 Th )
6.   Slamet Mardiono (26 Th )
7.   Ari ( 19 Th )
8.   Edi Setiawan ( 25 Th )
Ke delapan korban diatas ditemukan dalam kondisi selamat. Jumlah seluruh ABK dan nakhoda 34 ( tiga puluh empat ) orang, sisanya 26 ( dua puluh enam ) orang belum diketemukan. Semua ABK kapal beralamat di daerah Pekalongan.
Delapan korban yang selamat tersebut dibawa pulang oleh KM. Yong Putra – 18, tiba di Cilacap pada tanggal 20 April 2013 jam 14.00 WIB. Korban langsung dibawa ke RSU Kab. Cilacap untuk mendapatkan perawatan medis dan langsung dibawa pulang ke Pekalongan.
Hingga pada tanggal 18 April 2013 diberangkatkan KM. Pelita Sejati – 16 yang diawaki 6 (enam) orang menuju ke lokasi kejadian untuk membantu melakukan pencarian korban yang belum ditemukan
Sejauh ini pihak Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPS Cilacap) Setelah mendapatkan informasi kejadian, langsung melakukan koordinasi dengan BASARNAS kab. Cilacap, TNI AL kab. Cilacap, Pol Air Res. Cilacap dan melakukan pemantauan dilapangan serta mencari informasi selanjutnya melalui pemilik kapal.(cs)

Operasional PPS Cilacap

My Photo

My Video's

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes