Pantai Teluk Penyu Tercemar Limbah Minyak


Pantai Teluk Penyu Cilacap yang berada di pantai selatan pulau jawa tepatnya Pantai yang bersebelahan dengan Pulau yang terkenal dengan Narapidana kelas kakap 'Nusakambangan'. Pantai yang tadinya begitu indah dengan warna birunya, tapi pagi (12 Juli 2011)berubah menjadi hitam pekat kecoklatan dan berbuih,hal tersebut karena adanya tumpahan minyak mentah di laut. aDugaan sementara karena adanya kebocoran Pipa Minyak di lepas pantai cilacap hingga menyebabkan kotornya pantai teluk penyu, namun hal tersebut sedikit teratasi dengan diambilnya tumpahan minyak mentah tersebut oleh para warga khususnya nelayan di sekitar PPS Cilacap yg nantinya akan diberikan ganti rugi oleh pihak Pertamina.Puluhan warga beramai-ramai mengambil limbah tersebut dan dimasukan kedalam blong yang nantinya akan di ambil/diberikan ganti rugi oleh pihak Pertamina. Hingga saat ini belum ada kesepakatan berapa biaya untuk tumpahan miyak mentah itu per blongnya yang akan diberikan untuk nelayan tersebut

TEMU TEKNIS PENGAWASAN PERIKANAN


Temu Teknis Pengawasan dengan Instansi Terkait, Pelaku Usaha dan Masyarakat di Satuan Kerja Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Cilacap yang dilaksanakan di gedung Pos Penyuluhan Perikanan/Balai Pertemuan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (Kamis 07/07/2011).
Acara tersebut dibuka oleh Direktur Pengawasan Sumberdaya Perikanan Direktorat Jenderal PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan ‘Happy Simanjuntak, SH’ serta ditutup oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ‘ W.Haryomo, A.Pi, SE, MSi”, yang dihadiri oleh sekitar 54 orang dari berbagai Instansi, diantaranya ; TNI AL Lanal Cilacap, SatPolAir Res.CIlacap, BLH Kab Cilacap, LPPMHP Cilacap, ADPEL Tanjung Intan Cilacap, Perum Perhutani, PPS Cilacap, DKP2SKSA Kabupaten Cilacap, Lurah Tegalkamulyan, Pertamina RU IV Cilacap, PT.HOLCIM, HNSI Kab.Cilacap, KUD Mino Saroyo, APKI, Pokmaswas Cilacap, Pokdakan Cilacap, Pos PSDKP Kebumen dan Sadeng DIY, PT Toxindo Prima, PT Juifa International Foods serta para pelaku usaha, pengurus kapal dan Nahkoda.
Kegiatan Temu Teknis Pengawasan tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan yang merupakan tanggung jawab bersama dengan tujuan ; memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya kelestarian untuk kesejahteraan bersama dan peran sertanya para pelaku usaha untuk mendukung kelestarian dan tertib peraturan.
Moderator dalam kegiatan Temu Teknis Pengawasan tersebut yaitu Koordinator Satker PSDKP CIlacap ‘ Heru Santoso, A.Pi ‘ dengan Narasumber dari ; Direktur Sumberdaya Perikanan ‘ Happy Simanjuntak, SH ’ , Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta ‘ Djoko Tjahyo Purnomo, A.Pi, MM, MH ‘ serta Kepala PPS CIlacap ‘ W. Haryomo, A.Pi, SE, MSi ‘ dan Kepala Dinas DKP2SKSA CIlacap ‘ Supriyanto, MSi dengan metode berupa paparan serta tanya jawab/diskusi.
Sebelum acara usai, beberapa hal ditanyakan oleh peserta kepada narasumber diantaranya mengenai ; Minapolitan di Kabupaten Cilacap, Perizinan Kapal Perikanan serta Pencemaran lingkungan dan Perda tentang pelarangan pemasangan jaring oleh nelayan si alur pelayaran untuk kapal-kapal Pertamina, yang semuanya berhasil di diskusikan dengan baik.(cs)

SDN 02 Adipala Cilacap kunjungi TPI PPS Cilacap



Puluhan siswa dari SDN 02 Adipala Cilacap telah mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ( 24 Mei 2011 ). Rombongan tersebut disambut oleh Kepala Bidang Tata Operasional didampingi Kepala Seksi Kesyahbandaran dan Kepala Seksi Pemasaran dan Informasi serta Joko Rianto,S.Pi, staf dari Seksi Pemasaran dan Informasi yang bertugas di TPI.
Para siswa Sekolah Dasar tersebut juga melihat-lihat aktifitas di demaga bongkar. Beberapa siswa juga terlihat begitu tekun memperhatikan beberapa ekor ikan segar yang sedang diperagakan sekaligus dijelaskan untuk perkenalan bagi siswa tersebut.
Kunjungan para Siswa/Siswi tersebut guna menunjang kegiatan belajar mengajar yang merupakan sebuah metode pembelajaran bagi anak untuk mengetahui secara langsung kegiatan di Pelabuhan dan mengenal lebih jauh tentang Kelautan dan perikanan..(cs)

Sosialisasi dari Bank Syariah di PPS Cilacap


Sosialisasi tentang Perbankan yang dilaksanakan di aula Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, diselenggarakan oleh Bank Syariah Cilacap tanggal 2 Mei 2011. Sosialisasi yang dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha serta Pegawai Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap tersebut merupakan suatu penawaran untuk menjadi nasabah di Bank Syariah Cilacap. Berbagai hal disampaikan dalam acara tersebut diantaranya mengenai program-program yang ditawarkan seperti :
- Simpan Pinjam
- Simpanan masa depan sesuai saku pelajar
- Tabungan naik Haji
- Pembiayaan hunian Syariah Muamalat.
Program yang ditawarkan ini untuk masyarakat umumnya dan pegawai Pegawai Negeri Sipil khususnya. Dalam acara tersebut para peserta juga diberikan kesempatan untuk Tanya jawab mengenai program-program yang ditawarkan.
Usai acara sosialisasi, para peserta di bagikan brosur tentang Bank tersebut.(cs)

Rebon Melimpah di PPS Cilacap



Sudah sepekan terakhir ini (20 Juni 2011), Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap mulai disinggahi udang rebon . Hal itu tentu saja membawa berkah bagi nelayan cilacap. Hewan laut yang berukuran mungil tersebut di tangkap oleh nelayan tradisional dengan alat tangkap jaring arad. (lempira dasar).
Udang rebon merupakan salah satu Famili Penaeidae, Genus Penaeus Bernama latin mysis sedangkan nama internasionalnya trasi shrimp dengan kulit agak keras, tetapi tidak kaku. Udang rebon mempunyai tanda istimewa yaitu pada badan terdapat ban ungu hitam dan pada masing-masing ruas terdapat 2 ban. Warna tersebut jelas sekali pada udang yang masih hidup. Warna kaki pada umumnya berwarna merah. Memiliki ukuran Panjang badan dapat mencapai 35 cm dan umumnya berukuran 20 – 25 cm.
Lokasi Kolam.C (kolam baru) Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap yang biasanya terlihat sepi kini mulai ramai dengan para nelayan dan bakul, banyaknya rebon yang di jemur di lokasi tersebut menyebabkan jalan di sekitar dermaga dan rabat terlihat sesak oleh tumpukan rebon. Banyaknya udang rebon yang berhasil di tangkap oleh nelayan setiap harinya menyebabkan kurangnya lahan tempat penjemuran udang rebon tersebut. Hasil rata-rata nelayan menangkap udang berkisar 200 – 400 kg/kapal dengan harga Rp.3500,-/kg.
Rebon yang dikeringkan dengan pemanasan sinar matahari tersebut akan dijual lagi kepada pengusaha untuk bahan baku pembuatan terasi. Hampir setiap hari dalam sepekan terakhir kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera cilacap ini, ramai oleh aktivitas warga yang menjemur rebon sehingga mengganggu kenyamanan di wilayah tersebut. Untuk itu para bakul ikan/pedagang berharap agar dapat diberikan sewa lahan khusus untuk penjemuran rebon yang memang datangnya musiman tersebut kepada Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. (cs)

my link

Operasional PPS Cilacap

My Photo

My Video's

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes