Kunjungan Delegasi Thailand di PPS Cilacap


Kunjungan Delegasi dari Thailand ke PPS Cilacap dalam rangka informasi pengembangan pemasaran dan pengolahan hasil perikanan di Indonesia khususnya di kawasan Minapolitan Cilacap.
Delegasi Thailand yang berjumlah 6 orang dari Marine fisheries research and development bureau departement of fisheries, Economic cooperation group, Fishery Biologist, serta Policy and Planning Analyst tersebut menyoroti masalah penanganan ikan di Cilacap khususnya. Sebelumnya Delegasi Thailand tersebut beramah tamah dan saling memberikan informasi tentang kelautan dan perikanan khusunya di cilacap yang bertempat di kantor Dinas Kelautan, Perikanan dan Pengelola sumber`Daya Kawasan Segara Anakan Kab.Cilacap (DKP2SKSA) yang juga dihadiri oleh beberapa Instansi terkait lainnya di Kabupaten Cilacap. Usai mengunjungi pabrik pengolahan udang beku PT Toxindo Prima yang berada di kawasan industri PPS Cilacap, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ‘W. Haryomo, A.Pi, SE, MSi’ mengajak rombongan delegasi dari Thailand tersebut untuk berkeliling ke kawasan Zona Inti Minapolitan kab.Cilacap dan melihat langsung kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan, Dermaga Bongkar serta pengolahan ubur-ubur. Dan penjemuran udang rebon. Selain itu Delegasi dari Thailand tersebut juga mengunjungi pabrik pengalengan tuna PT Juifa International Foods. (cs)

Pelatihan Damkar di PPS Cilacap


Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dengan areal seluas 30 Ha terdapat beberapa fasilitas pokok , fungsional dan penunjang yang harus selalu dijaga terutama dari bahaya kebakaran. Untuk itu pada 19 September 2011, telah dilaksanakan pelatihan Pemadam Kebakaran di lapangan dan balai pertemuan nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.
Pelatihan Damkar tersebut di buka oleh Kepala Bagian Tata Usaha ‘Drs.Eno Sandy Prayitno, MM’ yang mewakili kepala Pelabuhan dengan Narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap. Peserta pelatihan Damkar berjumlah 23 orang yang terdiri dari anggota Satuan Pengamanan, Tenaga Kebersihan dan staf dari PPS Cilacap serta beberapa pengguna jasa di pelabuhan dengan metode teori serta praktek langsung dilapangan tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Faktor yang sangat penting dalam penanggulangan kebakaran diantaranya; Pengaruh angin, Warna asap kebakaran, Lokasi kebakaran, serta bahaya lain yang mungkin terjadi.(cs)

Pembinaan PNBP di PPS Cilacap


Pembinaan PNBP ( Penerimaan Negara Bukan Pajak ) di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dilaksanakan di Hotel Dafam Cilacap (13/09/2011). Peserta pembinaan berjumlah dua puluh lima (25) orang berasal dari para pengguna jasa/penyewa lahan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.
Acara pembinaan PNBP dibuka oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap “W. Haryomo, A.Pi, SE, MSi” dengan Narasumber dari Kabag Keuangan dan Umum DJPT “Drs. Hardono” serta Moderator dari Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap yaitu Kepala Bagian Tata Usaha “Drs Eno Sandy Prayitno, MM” dan Kepala Bidang Pengembangan “Ir. Mansur, MM”.
PNBP ( penerimaan negara bukan pajak ) adalah seluruh penerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari perpajakan (Pasal 1 UU No. 20 Tahun 1997. Tujuan diadakan acara pembinaan PNBP di PPS Cilacap yaitu untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta mentertibkan kepatuhan atas pemenuhan kewajiban sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang PNBP, dengan sasaran Seluruh pengguna jasa di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap meliputi ; Sewa lahan, Jasa tambat labuh, Pas masuk, Sewa peralatan, Sewa bangunan, serta Jasa lainnya.
Acara berlangsung dari jam 09.00 s/d 12.00 dilakukan dengan presentasi serta tanya jawab. Sedangkan target PNBP PPS Cilacap untuk tahun 2010 sebesar Target PNBP PPS Cilacap tahun 2010 sebesar Rp. 633.500.000,- tapi dapat terealisasi sebesar Rp. 398.806.010,-, sedangkan target PNBP PPS Cilacap untuk tahun 2011 sebesar Rp. 335.933.000,- dan dapat terealisasi s/d bulan Agustus 2011  sebesar Rp. 262.436.743,-.
Permasalahan realisasi Tahun Anggaran 2010 di PPS Cilacap tidak mencapai target disebabkan karena beberapa hal diantaranya ; kerjasama opersional dengan pihak ketiga yang direncanakan tidak dapat direalisasikan ; Terdapat pengguna jasa yang masih lalai melaksanakan kewajibannya/menunggak ; Kesadaran pengguna jasa pelabuhan dalam membayar sewa, pas masuk masih rendah ; serta Kurang optimalnya penggalian sumber-sumber pendapatan. (cs)

Koordinasi dan Sinkronisasi Kesyahbandaran


Guna meningkatkan koordinasi antara pihak Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dengan para pengguna jasa di kawasan pelabuhan telah dilaksanakan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi kesyahbandaran di aula gedung kantor PPS Cilacap (07/09/2011).
Dalam tatap muka tersebut Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap ‘W. Haryomo, A.Pi, SE, MSi’ dampingi oleh Kepala Bidang Tata Operasional ‘A.Hardono Usodo, A.Pi, MM’ serta perwakilan dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Pengelola Sumberdaya Kawasan Segara Anakan Kabupaten Cilacap dalam menyikapi operasionalnya alat tangkap Purse Seine di perairan selatan jawa, yang juga dihadiri oleh Satker PSDKP Cilacap, DPC HNSI Kabupaten, KUD Mino Saroyo Cilacap, APKI Cilacap, Kelompok Nelayan PPS Cilacap, Paguyuban Nakhoda PPS CIlacap serta Pelaksana Kegiatan Ketertiban terpadu PPS Cilacapyang semuanya berjumlah 134 orang, karena dianggap mengganggu penggunaan alat tangkap lain seperti Gill Net dan long Line serta dianggap dapat menguras Sumber Daya Ikan.
Selain itu dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai permasalahan yang berkaitan dengan pemasangan rumpon karena keberadaannya diangap mengganggu keselamatan pelayaran di perairan sekitar Cilacap serta kurangnya kapal dan petugas pengawas perikanan di perairan selatan jawa khususnya Cilacap. Selain itu para para pengguna jasa khususnya Nelayan/Nakhoda kapal meminta adanya pelatihan/sosialisasi tentang SKK/AKAPIN di PPS Cilacap,  (cs)
VIDEO Koordinasi dan Sinkronisasi Kesyahbandaran di PPS Cilacap

“Ubur ubur” Berkah Nelayan Cilacap di Hari Raya


Awal September 2011 merupakan suatu berkah bagi nelayan Cilacap di hari raya Idul Fitri 1432 H, dimana para nelayan mulai berburu ubur-ubur dengan hasil yang cukup melimpah.
Ubur-ubur merupakan hewan laut menyerupai agar-agar yang hampir 95 % terbuat dari air dan bukanlah spesien dari ikan, karena ada anggapan yang keliru tentang ubur-ubur, oleh karenanya American Public Aquariumsk telah mempopulerkan penggunaan istilah jeli laut (sea jellies) sebagai gantinya. Ubur-ubur termasuk kelas Scyphozoa dengan struktur yang tembus pandang dan tentakel (menyerupai belalai) dibagian bawah tubuhnya. Ubur-ubur tidak memiliki sistem pernafasan karena kulit mereka cukup tipis dan tubuh mereka telah berisi oksigen melalui difusi.
Ubur-ubur hidup di hampir segala iklim, beberapa spesies memiliki keistimewaan yaitu mengeluarkan cahaya dan sebagian spesies mengandung racun di dalam tubuhnya, juga tidak mempunyai otak atau sistem saraf pusat, tetapi ubur-ubur memiliki jaringan saraf yang longgar, yang terletak di epidermis, yang juga disebut sebagai "jaring saraf." Ubur-ubur juga memiliki sistem reproduksi yang unik, yaitu baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, di mana telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi organisme baru.
Di PPS Cilacap Ubur-ubur mulai terlihat dan ditangkap oleh para nelayan pada awal September dengan hasil produksi rata-rata 500 kg/kapal/hari seharga Rp.1000,-/kg.
Para nelayan cilacap menangkap Ubur-ubur dengan menggunakan jaring pukat (arad) dan sebagian lagi dengan menggunakan caduk (serok). Hasil dari laut dibeli oleh para pengepul (Depo/Lapak) disekitar kaliyasa sekitar 4 ton/hari/depo, kemudian di tampung dan dioleh oleh PT.Suisan jaya di wilayah PPS Cilacap. Adapun kapasitas Produksi dari PT. Suisan Jaya sekitar 40 Ton/hari (02/09/2011) dan biasanya akan terus meningkat dari hari kehari hingga berakhirnya musim ubur-ubur dengan distribusi ke wilayah Asia (Jepang,Korea,Hongkong). (cs)

Operasional PPS Cilacap

My Photo

My Video's

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes