HARI NUSANTARA & PEKAN PENGHIJAUAN DI CILACAP

Pada Hari Rabu tanggal 12 Desember 2007 Kepala Pelabuhan Perikanana Samudera Cilacap menghadiri acara Pekan Penghijauan & hari Nusantara ke 8 .Dalam acara itu para Mahasiswa Aakademi Maritim Nusantara Cilacap berpartipasi Menanam Mangrove pada acara pekan penghijauan Konvensi Alam Nasional dan hari Nusantara ke 8 tahun 2007 di petak 57 desa Tritih Wetan Kecamatan Jeruk Legi Kabupaten Cilacap.(By:cucu_supari@pelabuhanperikanan.or.id)

Kondisi Kapal Menjelang Lebaran 1428 H di Cilacap

PPS Cilacap. kapal perikanan yang berdomisili di PPS Cilacap hampir seluruhnya tidak melaut selama lebaran (tanggal 7-23 Oktober 2007). Pada tanggal 11 Oktober 2007 dilakukan penghitungan kapal yang berada di dalam maupun diluar kolam PPS Cilacap, dengan rincian sebagai berikut :1. Kapal yang bertambat labuh di PPSC : 546 unit2. Kapal yang bertambat labuh diluar PPSC : 46 unitSebagian kapal terpaksa tambat diluar PPS Cilacap dikarenakan kapasitas kolam yang masih terbatas. Namun masalah ini akan segera teratasi setelah pembangunan dermaga rampung pada tahun 2008.Dilaporkan juga sejak tanggal 17 sampai dengan 23 Oktober 2007 Syahbandar perikanan di PPS Cilacap telah menerbitkan SIB sebanyak 113 lembar bagi kapal perikanan yang akan melaut.Pada saat ini, kapal perikanan terpaksa antri memperoleh BBM untuk melaut, karena kebutuhan BBM dalam waktu yang bersamaan jauh lebih besar dari kemampuan suplai SPBB milik KUD Mino Saroyo

HIU MACAN SINGGAH DI PPS CILACAP

KAPAL HIU MACAN 001 MILIK DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN SINGGAH DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP PADA HARI RABU TANGGAL 12 DESEMBER 2007

INVESTASI PERIKANAN CAPAI 60 M

CILACAP-Pengembangan sarana dan fasilitas di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), ternyata berpengaruh cukup signifikan terhadap laju pertumbuhan investasi sektor perikanan. Hingga tahun ini, total investasi bidang perikanansudah mencapai Rp.60 milyar lebih.

Investasi sebesar itu, ditopang oleh 86 perusahaan yang bergerak disektor perikanan. Sedangkan ekspor beberapa komoditas andalan seperti udang beku, ikan tuna segar dan ikan tuna kaleng mencapai 7.757,59 ton dengan total nilai investasi 27,85 juta USD.

Kepala PPSC Ir.Julius Silaen MS mengatakan, keberadaan PPSC yang berstatus sebagai Pelabuhan Samudera atau Pelabuhan Perikanan tipe A memang cukup strategis. Menurut Silaen, hingga saat ini di Indonesia baru ada 5 Pelabuhan Perikanan tipe A. ”Salah satunya adalah Cilacap”.

Di sela-sela peresmian gedung kantor baru PPSC yang dilakukan oleh Direktur Pelabuhan Perikanan, Ir.Ibrahim Ismail juga diserahkan tali asih kepada anak yatim keluarga nelayan, penyerahan bantuan alat tangkap perikanan kepada nelayan Sentolo Kawat dan Sidakaya serta mesin giling ikan kepada kelompok nelayan Sidakaya. Juga penyerahan surat perjanjian penggunaan tanah industri, penyerahan surat izin kapal serta sepeda motor untuk beberapa karyawan di PPSC.

Menurut Silaen, peluang usaha di areal industri yang ada di PPSC masih terbuka lebar. Lahan industri yang tersedia saat ini mencapai 127.304 m² dengan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

”Sampai saat ini baru dimanfaatkan 51.669,7 m² atau sekitar 40,58 %. Sewanya juga relatif murah dibanding sewa tanah diluar PPSC”. Sampai saat ini invrstasi yang memaki lahan PPSC baru mencapai 34 pengusaha menengah dan besar serta 52 pengusaha kecil.

Nilai investasi mencapai Rp.60,4 Miliar dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2000 orang di luar Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 6.740 orang. Untuk memacu investasi berbagai kemudahan ditawarkan pemerintah.

Izin kapal yang semula harus diurus di pusat, sekarang bisa diurus melalui PPSC agar lebih efisien dari segi waktu maupun biaya. Sampai saat ini dari 674 kapal yang memiliki fishing base di PPSC, ada 148 kapal yang menjadi kewenangan pusat dan 26 diantaranya sudah diurus melalui PPSC.

Direktur Pelabuhan Perikanan, Ir Ibrahim Ismail yang mewakili Dirjen Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan mengatakan, PPSC memang sudah didesain untuk bisa dimasuki kapal yang lebih besar lagi. Sebab Pelabuhan ini memang dirancang sebagai salah satu penopang sektor perikanan nasional.

Bupati Cilacap, H Probo Yulastoro Ssos MM yang diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir H Gunawan MM mengatakan, investasi sektor perikanan mampu menopang percepatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Cilacap.(Sumber Berita: Harian Umum Radar Banyumas; Senin Pon 12 Nopember 2007-Hal.9).

KUNKER BUPATI KULON PROGO KE PPS CILACAP

Rabu,19 Desember 2007. Dalam rangka Study banding ke PPS Cilacap guna Pengembangan Pelabuhan Perikanan di Kabupaten Kulon Progo, Bupati Kulon Progo beserta rombongan yang terdiri dari kepala Dinas Pertanian dan Kelautan, Bappeda, Kepala Dinas Perhubungan, kepala Dinas Perindustrian, Humas dan lainnya di Wilayah Kulon Progo. Presentase dilaksanakan di Aula PPS Cilacap dan dihadiri oleh bebrapa tamu Undangan di Wilayah Kabupaten Cilacap yang diantaranya adalah : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Cilacap, HNSI Cilacap, BPPI Wil Cilacap, KUD Mino Saroyo dan Petugas TPI PPS Cilacap. Disamping itu rombongan juga meninjau langsung ke lapangan di sekitar TPI PPS Cilacap.(By:cucu_supari@pelabuhanperikanan.or.id)

SEGERA DIBANGUN, PELABUHAN LINGKAR LUAR

CILACAP- Salah satu upaya revitalisasi pelabuhan yang merupakan bagian dari optimalisasi perikanan tangkap, di antaranya dengan membangun pelabuhan perikanan di lingkar luar atau outer ring fishing port (ORFP). Dari enam pelabuhan di lingkar luar yang direncanakan dibangun tahun depan itu salah satunya berlokasi di Cilacap. Sedang selebihnya direncanakan dibangun di Pelabuhan Ratu, Nunukan, Teluk Awang, Tual dan Bitung.”Jadi yang terpenting bagi nelayan Cilacap adalah apabila Cilacap kedatangan kapal-kapal perikanan besar harus diterima dengan baik, kemudian teknologi mereka kita tiru, sehingga nelayan Cilacap akan menjadi semakin maju,” ujar Direktur Pelabuhan Perikanan, Ir Ibrahim Ismail disela-sela peresmian gedung kantor baru Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Minggu (11/11/2007). Bangunan kantor baru seluas 943 m² merupakan fasilitas Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap yang berstatus tipe A itu, pembangunannya menelan biaya Rp.1,3 miliar.Menurutnya, dalam membangun pelabuhan perikanan di lingkar luar pemerintah tidak lagi melihat faktor retribusi suatu pelabuhan sebagai pertimbangannya.”Karena selamanya hasil retribusi itu tidak akan menutupi kebutuhan pembangunan pelabuhan tersebut. Akan tetapi dampak positifnya kita harapkan,”lanjutnya.Karena dengan pembangunan pelabuhan di lingkar luar itu memiliki dampak positif mendorong berkembangnya industri-industri perikanan di sekitar pelabuhan tersebut. Sehingga tidak hanya faktor retribusi yang dapat meningkat, namun tenaga kerja yang terserap dan peningkatan pendapatan daerah setempatpun menjadi meningkat.Dijelaskan, untuk mendukung revitalisasi dan optimalisasi perikanan tangkap, pemerintah juga mempermudah perizinan penangkapan dan perizinan lain menyangkut perikanan. Jika selama ini perizinan harus dilakukan di pusat, maka sekarang ini sudah diserahkan ke pelabuhan-pelabuhan di daerah sebagai proses perbantuan.Diakui Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Ir Julius Silaen MS, dari 148 kapal yang perizinannya merupakan kewenangan pusat 26 kapal diantaranya mengurus perizinan melalui PPSC yang diberi kewenangan untuk melakukan penertiban surat izin berlayar (SIB). Sedang jumlah SIB yang diterbitkan mencapai 1.817 lembar.Berkaitan dengan optimalisasi penangkapan ikan, telah dilakukan pemberian bantuan paket bergulir berupa mesin kapal, jaring dan sarana pengolahan lainnya yang mencapai Rp.570 juta. Dari total paket bergulir itu sampai saat ini pengembaliannya baru mencapai Rp.34 juta atau 6,03 persen.(Sumber Berita: Harian Umum Kedaulatan Rakyat; Selasa Wage 13 Nopember 2007-Hal.9)

KESEHATAN MODAL UTAMA DALAM BEKERJA

PPSC-Jum’at 04 Januari 2008.Kesehatan sangat mahal harganya, untuk itulah disela-sela kesibukan dalam pekerjaan kesehariannya, Karyawan/karyawati PPS Cilacap selalu menyempatkan untuk berolah raga bersama di depan gedung kantor PPS Cilacap, yang dilakukan setiap Jum’at pagi sebelum beraktifitas dalam pekerjaan masing-masing. Diantaranya Senam Pagi, Sepak Bola, Badminton, Tenis Meja dsb yang diikuti oleh seluruh PNS, Honorer maupun tenaga kontrak serta Darma Wanita di PPS Colacap.Disamping itu juga dilakukan olah raga jalan sehat di sekitar kota dan pantai Teluk Penyu Cilacap yang dilaksanakan setiap jum’at minggu ke lima.Program berolah raga bersama di PPS Cilacap sudah dilaksanakan tahun sebelumnya, baik secara intern maupun ekstern di wilayah Kabupaten Cilacap.(BY: cucu_supari@pelabuhanperikanan.or.id)

PPSC BANGUN KOLAM SANDAR BARU

CILACAP-Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) saat ini tengah membangun kolam sandar baru. Dengan alokasi dana Rp.4 miliar, proses pembangunanya selama dua tahun. ”Sampai akhir tahun ini sudah terbangun 80 m2. Diperkirakan sekitar bulan September tahun depan,”kata Julius Silaen, Kepala Kantor PPSC.Luas keseluruhan kolam sandar yang dibangun 120 m2. Jika sudah selesai, mampu menampung sekitar 150 buah kapal berbobot mati diatas 30 gross ton.”Setelah selesai diharapkan banyak kapal yang berlabuh disini,’ujarnya.Saat ini, lanjut dia, banyak kapal berbobot mati diatas 30 gross ton yang merapat di pelabuhan diluar PPSC.Ada yang berlabuh di dermaga lain di Cilacap, misalnya Batre, dan ada juga yang merapat di pelabuhan luar Cilacap, contohnya Pelabuhan Ratu (Jabar).

Disayangkan Kenyataan itu disayangkan karena ada potensi pemasukan yang hilang. Padahal sesuai dengan aturan kapal berbobot mati diatas 30 gross ton harus sandar di Pelabuah sekelas PPSC.Salah satu alasan yang menyebabkan kapal-kapal tersebut tidak ke PPSC adalah area”parkir” yang kurang luas.”Untuk itulah tempat berlabuh di PPSC diperluas dengan harapan makin banyak kapal yang masuk,”jelasnya.Ia menambahkan PPSC makin aman dari hempasan ombak besar karena di pintu masuk pelabuhan telah dipasang pemecah ombak. Pemecah ombak tersebut dipasang disebelah kanan dan kiri pintu mauk pelabuhan.panjangnya ratusan meter.

Pihaknya juga telah beberapa kali mengeruk kawasan pintu masuk pelabuhan, sehingga kapal yang masuk tidak akan kandas oleh endapan lumpur atau pasir.”Pengerukan dan pemasangan pemecah ombak sudah selesai. Kini tinggal menyelesaikan pembangunan galangan, ”tandasnya. (Sumber Berita: Harian Umum Suara Merdeka; Sabtu 29 Desember 2007-Hal.C)

PROSESI SEDEKAH LAUT 2008 DI CILACAP

Sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan perlindungan, nikmat dan rezeki, masyarakat Nelayan Cilacap kembali akan mengadakan Gelar Budaya Tradisional Adat Nelayan ''Prosesi Sedekah Laut''.

Acara tersebut diselenggarakan setiap tahun tepatnya pada bulan Sura ( Penanggalan Jawa ) oleh masyarakat nelayan Cilacap yang didukung Pemerintah Kabupaten Cilacap. Penyelenggaraan Gelar Budaya Tradisional Adat Nelayan ''Prosesi Sedekah Laut'' tahun 2008 akan dilaksanakan pada 17-18 Januari 2008.

Sebanyak 8 kelompok nelayan akan terlibat dalam acara tersebut yakni kelompok nelayan Sentolo Kawat, Pandanarang, PPSC, Tegal Katilayu, Kemiren, Lengkong, Sidakaya dan kelompok nelayan Bengawan Donan.

Pada Kamis Wage, (17/1) mulai pukul 07.00 acara ziarah ke Karang Bandung, Nusakambangan, dilanjutkan pada malam hari mulai pukul 19.00 acara ‘’Malam Tirakatan’’ di pendopo Kabupaten Cilacap. Sedang pada Jum’at Kliwon (18/1) merupakan puncak acara yakni ''Upacara Prosesi Pelarungan Jolen Tunggul'' dari komplek pendopo Kabupaten menuju komplek THR Teluk Penyu. Jolen (sesaji) selanjutnya dilarung di laut lepas.


Berita lainnya
Thursday, 19 March 2009 15:05:31.303206+07
PERLUNYA ADENDUM TAMBAHAN
Thursday, 12 March 2009 17:06:46.965899+07
INFORMASI untuk Peduli Dunia Perikanan
Thursday, 12 March 2009 16:34:27.017112+07
RAPAT EVALUASI KINERJA STAF DI PPN PEMANGKAT / BULAN
Thursday, 12 March 2009 08:42:29.913671+07
PPN PENGAMBENGAN BELUM BISA KIRIM DATA PRODUKSI
Wednesday, 11 March 2009 13:12:22.392342+07
Sosialisasi Logbook Penangkapan dan Pengakutan Ikan di PPN Sibolga
Thursday, 05 March 2009 13:58:48.848526+07
KEDATANGAN TIM AUDITOR KE PPN PENGAMBENGAN
Wednesday, 04 March 2009 12:33:08.525804+07
PELUNCURAN SITUS PPS CILACAP

APRESIASI PENDATAAN TUNA DI CILACAP


APRESIASI PENDATAAN DALAM RANGKA REVITALISASI PERIKANAN TUNA

Hari ini (Selasa, 6/5) telah dibuka Apresiasi Pendataan dalam rangka Revitalisasi Perikanan Tuna tepat pukul 09.00 wib oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Dr. Ir. Ali Supardan, MSc di Hotel Tiga Intan di kota Cilacap, Jawa Tengah. Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Sumberdaya Ikan yang juga di hadiri oleh Direktur Pelabuhan Perikanan Ir. Parlin Tambunan, Direktur Sumberdaya Ikan Ir. Nilanto Parbowo, MSc dan narasumber Staf Khusus Ditjen P2HP atau mantan Sekjen DKP Bp. Dr..Andin H Taryoto. Jumlah peserta yang diundang adalah petugas pendataan tuna dari 21 Pelabuhan Perikanan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat dan 39 Pelabuhan Perikanan UPT Daerah, pada saat pembukaan tersebut sudah hadir 20 petugas pendataan Pelabuhan Perikanan UPT Pusat dan 22 petugas pendataan Pelabuhan Perikanan UPT Daerah.

Di Pelabuhan Perikanan telah terdapat tiga jenis pengumpulan data, yaitu pertama, pengumpulan data harian yang sering disebut dengan form SL3, kedua, pengumpulan data dalam rangka revitalisasi tuna dengan menggunakan form tuna, ketiga, pengumpulan data tuna longline yang berasal dari kapal-kapal longline menggunakan metode dari IOTC. Walaupun terdapat tiga jenis metode pengumpulan data tersebut namun dijamin tidak akan duplikasi data atau dua kali pencatatan/ perhitungan dalam penyajian data statistik perikanan di Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Sumberdaya Ikan, demikian dikatakan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibu Ir. Sri Dyah Retnowati. Dikatakan juga bahwa dalam apresiasi ini, para peserta akan dikenalkan metode entry data menggunakan software statistik khusus, sehingga diharapkan petugas data dapat mengolah data dengan baik.

Saat ini Departemen Kelautan dan Perikanan telah memberikan ijin kepada kapal eksplorasi dari Jepang untuk mengadakan survei jenis ikan di Laut dalam, terutama di wilayah perairan Samudera Hindia (WPP 9). Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berbagai jenis ikan ikan dasar di kedalamam diatas 500 meter, ternyata hasil sementara menunjukkan bahwa potensi perikanan laut yang dari dulu hingga sekarang masih disebut sebesar 6,4 juta ton itu belum termasuk potensi ikan dari ikan-ikan yang ada di kedalaman diatas 500 meter, sehingga bila hasil survey tersebut diperhitungkan, potensi 6,4 juta ton tersebut masih terlalu rendah, belum lagi bila dihitung juga potensi ikan laut dalam di kepulauan Aru dan Laut Banda, demikian dikatakan oleh Bapak Direktur Jenderal Perikanan Dr.Ir. Ali Supardan, MSc .Dalam pengarahannya juga dikatakan bahwa pendataan sangat diperlukan untuk menentukan kebijakan, Data is Power, kata beliau, dengan data, kita dapat menilai sejauh mana keberhasilan atau kegagalan program yang telah dicanangkan yang diukur secara kuantitatif. Bukankah “Tanpa angka-angka hanyalah angan-angan belaka ?”. sehingga diperlukan sistem pencatatan yang cepat dan benar, pengumpulan data cepat namun tidak benar juga tidak baik, begitu pula sebaliknya datanya benar namun lambat juga tidak baik, jadi keduanya harus dipenuhi, yaitu data harus cepat dan benar. Data statistik yang berkualitas, akurat, dan diperoleh secara berintegritas, sangat diperlukan pemerintah untuk menentukan perencanaan kebijakan dan sebagai bahan evaluasi dari kebijakan yang dilaksanakan. Sebagai contoh bahwa Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) telah berhasil menerapkan sistem itu, maka para peserta dapat meniru petugas PPSC bagaimana cara mereka bisa memperoleh data dengan cara cepat dan benar, termasuk data tuna longline berdasarkan dari hookrate nya, dimana selama ini data yang ada di pelabuhan pada umumnya belum tersedia karena pada umunya masih menggunakan data catch per unit effort saja (CPUE), padahal dalam analisa potensi ikan tuna longline, yang terpenting adalah data berdasarkan hookrate. Guna memperoleh data hookrate, maka perlu adanya penekanan pada pemanfaatan formulir Loogbook pada nelayan. Kemudian juga dikatakan bahwa sampai dengan saat ini data ikan hias masih sangat langka, diharapkan mulai tahun depan sudah ada pendataan ikan hias, selama ini data ikan hias dari laut sulit diperoleh karena pada umumnya para nelayan dalam menangkap ikan hias masih banyak dengan cara illegal, salah satunya dengan cara membius menggunakan bahan sejenis potas.

Ali Supardan dalam sambutannya juga mengatakan bahwa, kegiatan Apresiasi Pendataan dalam rangka Revitalisasi Perikanan Tuna ini dinilai penting dan strategis dalam rangka menyegarkan kembali dan menguatkan pemahaman saudara-saudara yang terlibat langsung dalam pendataan sehingga data yang dilaporkan dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan program ini. Seperti diketahui bersama bahwa Revitalisasi Tuna merupakan bagian dari Program Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) yang telah dicanangkan oleh Presiden R.I. pada tanggal 11 Juni 2005.

Program Revitalisasi Perikanan Tuna merupakan upaya Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dalam memacu pertumbuhan sektor perikanan tangkap melalui peningkatan mutu hasil penangkapan. Dengan dilaksanakannya program ini, diharapkan komposisi ikan tuna yang bermutu tinggi semakin meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Program Revitalisasi Perikanan Tuna bertujuan untuk:

1. mempertahankan trend produksi nasional secara agregat dengan pertimbangan potensi yang ada serta ketentuan tata laksana perikanan yang bertanggung jawab (Code of Conduct for Responsible Fiheries).

2. mempertahankan kualitas ikan sebagai bahan baku sejak penanganan di atas kapal hingga didaratkan dalam skema penerapan cold chain system, dan

3. mengakselerasikan peningkatan efisiensi dan efektivitas usaha perikanan tuna serta memberdayakan usaha perikanan tuna skala kecil.

Untuk mencapai tujuan tersebut, program Revitalisasi Perikanan Tuna difokuskan pada lima kegiatan, yaitu:

1. Pendataan serta penyajian data dan informasi yang meliputi pencatatan produksi berdasarkan kualitas ikan tuna yang didaratkan di pelabuhan perikanan dan unit pengolahan ikan (UPI).,

2. Rehabilitasi, peningkatan dan pengembangan fasilitas pelabuhan perikanan,

3. Peningkatan sistem penanganan, mutu, nilai tambah dan daya saing,

4. Pemberdayaan usaha perikanan tuna, dan

5. Peningkatan dukungan sumber daya manusia.

Data statistik yang berkualitas, akurat, dan diperoleh secara berintegritas, sangat diperlukan pemerintah untuk menentukan perencanaan kebijakan dan sebagai bahan evaluasi dari kebijakan yang dilaksanakan. Dalam hal kebijakan pengelolaan perikanan, data memberikan kontribusi penting sebagai dasar pertimbangan (perhitungan) sebuah instrumen pengendalian penangkapan, baik berupa pengendalian input (input control) maupun output (output control). Apabila data yang dikumpulkan keliru, maka opsi kebijakan yang diambil juga akan tidak tepat.

Terdapat dua kata kunci untuk menakar keberhasilan proses pendataan dalam rangka revitasliasi perikanan tuna , yaitu keberpihakan dan sumber daya manusia. Kegiatan pendataan memerlukan keberpihakan dari seluruh pemangku kepentingan terutama pemilik kapal, pelabuhan perikanan, perusahaan, dan nelayan agar memberikan dukungan menyangkut penyediaan data. Peran pelabuhan baik UPT Pusat maupun UPT Daerah, menjadi salah satu titik sentral untuk menunjang keberhasilan program ini. selain berperan dalam menjaga mutu ikan hasil tangkapan, pelabuhan perikanan juga memiliki andil dalam memantau statistik produksi (termasuk mutu) perikanan tuna.

Pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data juga sangat memerlukan sumber daya manusia yang memadai, yaitu kapasitas dan keuletan petugas pengumpul dan pengolah data pelabuhan. Kegiatan yang dilaksanakan sekarang ini diharapkan ikut meningkatkan pemahaman dan persepsi staf pelabuhan perikanan tentang peran penting statistik perikanan tangkap dalam penyusunan kebijakan kelautan dan perikanan, serta cara pengolahan data revitalisasi perikanan tuna dengan menggunakan software pengolahan data statistik agar proses pengolahan data dapat dilakukan secara benar dan cepat.

Demikian acara pembukaan Apresiasi Pendataan dalam rangka Revitalisasi Perikanan Tuna, semoga acara yang akan dilaksanakan selama empat hari dapat menghasilkan peningkatan kinerja para petugas pendataan tuna di setiap Pelabuhan Perikanan, sehingga dapat diperoleh data akurat yaitu data yang cepat dan benar untuk menetapkan kebijakan perikanan di Indonesia. (oleh: Imam, Humas PPSC).

PPSC Basis Ekonomi Perikanan Laut


Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) adalah suatu lembaga Unit Pelaksana Teknis Departemen Kelautan dan Perikanan yang memfasilitasi segala kebutuhan masyarakat perikanan laut, khususnya pengusaha penangkapan ikan, pengolah dan eksportir hasil tangkapan ikan laut.

Adanya fasilitas Pelabuhan Perikanan tersebut memberi dampak multiplier ekonomi daerah khususnya Kabupaten Cilacap terutama pada Produk Domestik Regional Bruto dari sub sector perikanan.
Dalam perkembangannya, eksistensi PPSC tersebut semakin dibutuhkan terbukti dengan semakin berkembangnya industri pengolahan ikan yang memproduksi komoditi ekspor dan menyerap tenaga kerja.
Jumlah investor yang memanfaatkan lahan PPSC untuk kegiatan industri perikanan mengalami peningkatan 3,61 % yakni pada 2006 sebanyak 83 investor dan 2007 terdapat 86 investor. Lahan industri yang dimanfaatkan sampai dengan 2007 mencapai 51.669,7 m2 dan nilai investasi pada tahun yang sama mencapai 60.433 milyar rupiah atau naik sebesar 9,1 % dari 2006 yang hanya mencapai 55.392 milyar rupiah.
Sampai dengan akhir 2007, jumlah ekspor ikan mencapai 7.497.270,86 Kg meliputi ikan tuna kaleng, udang beku dan ubur-ubur kering, dengan nilai sebesar 26.662.185,63 US $.
Sedangkan jumlah tenaga kerja yang diserap 6.286 orang atau naik sebesar 27,92% dari 2006 yang hanya 4.914 orang. Begitu juga dengan jumlah kunjungan kapal penangkap ikan pada 2007 mencapai 79.517 kapal atau naik 14,58% dibanding 2006 yang hanya mencapai 69.397 kapal.
Bustan (2007) dalam bukunya ‘PERANAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN CILACAP’ mengatakan bahwa indeks relatif nilai produksi atau konstribusi PPSC terhadap aktivitas pemasaran perikanan laut di Kabupaten Cilacap rata-rata yang dicapai lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa PPSC memiliki kualitas pemasaran yang lebih baik dibanding dengan tempat pendaratan ikan lainnya di Kabupaten Cilacap.
Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah pengaruh pemanasan global dan ekonomi makro serta budaya masyarakat nelayan yang belum memperhatikan factor mutu ikan dalam penanganannya (handling) merupakan tantangan bagi pemerintah untuk mencari solusi agar produktivitasnya tidak menurun.
Upaya PPSC untuk menghadapi tantangan itu adalah melalui program kegiatan pada tahun 2008 ini yaitu membangun dermaga baru untuk kapal berukuran diatas 60 grosston, pengerukan kolam pelabuhan, memfasilitasi tempat pendaratan ikan yang higienis untuk meningkatkan mutu ikan dan pembinaan masyarakat nelayan dalam penanganan ikan mulai dari penanganan diatas kapal hingga pendaratan/ pembongkaran ikan. (imam/ humas ppscilacap)

IDUL FITRI PPS CILACAP


Setapak tahun usia kita tertiti

Dan secarik lembaran cerita

Suatu kehidupan berganti

Namun………………

Ada setitik noda dan dosa

Yang ada pada kita belum terlunasi

Kini………………….

Tiba saatnya buat kita

Tuk membasuh diri

Agar segala noda dan dosa

Khilaf dan khalaf

Terbasuh di hari yang Fitri
PPS Cilacap,Oktober 2008.

Setelah libur Idul Fitri 1429 H, hari pertama masuk kerja di PPS Cilacap diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsug oleh Bpk.Ir.Julius Silaen,M.S selaku Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.
Kemudian dilanjutkan dengan Silaturrahim dengan para Karyawan/wati PPS Cilacap.

APEL PAGI SEBAGAI AJANG SILAHTURAHMI


SELAMAT Hari Lebaran, Minal Aidin Wal Faizin. Mohon Maaf lahir dan batin. Hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Pegawai Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap melakukan apel pagi di halaman kantor PPS Cilacap, dihadiri 60 orang dari 70 pegawai yang ada, Senin (6/10). 10 orang yang tidak hadir diantaranya karena cuti 4 orang, terlambat 3 orang, Satpam lepas jaga 2 orang dan 1 orang tanpa keterangan. Kepala PPS Cilacap menyatakan selamat hari raya idul fitri maaf lahir batin dan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah masuk sesuai ketentuan yang ditetapkan. Begitu juga ucapan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada anggota Keamanan yang telah menjaga lingkungan PPS Cilacap tetap dalam keadaan aman seperti semula tanpa adanya laporan kehilangan atau kejadian apapun.Pada kesempatan ini dikatakan pula ucapan selamat kepada para pejabat eselon IV yang telah dilantik, agar melakukan konsolidasi dan serah terima dengan disertai berita acara antar pejabat yang mutasi di lingkungan PPS Cilacap serta ucapan selamat datang kepada Ibu Eko Yuliani, A.Pi dari PPN Kejawaan Cirebon, yang telah dilantik sebagai Kepala Sub Bagian Umum di PPS Cilacap. Kepala Pelabuhan memberi amanat bahwa setelah cuti bersama ini diharapankan seluruh pegawai memiliki semangat baru kembali dimana dalam waktu 2,5 bulan kedepan kita harus menyelesaikan tugas kita baik kegiatan rutin maupun pekerjaan proyek. Sementara itu, Kepala Subbag Umum baru Eko Yuliani, A.Pi mengutarakan rasa syukur atas diterimanya sebagai saudara baru keluarga besar PPS Cilacap seperti disampaikan Kepala PPS Cilacap. Ibu dua putra yang juga tengah menantikan kelahiran putra ke tiganya ini, memperkenalkan diri dimana beliau telah bekerja selama 18 tahun di Kejawanan Cirebon sejak masih honorer hingga terakhir sebelum ditugaskan di Cilacap. Apel pagi diakhiri dengan saling berjabat tangan seluruh pegawai PPS Cilacap dengan teriring ucapan Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kekhilafan baik ucapan maupun tingkah laku yang disengaja ataupun tanpa di sengaja. Selamat bertugas kembali Pegawai Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dengan penuh semangat baru demi kemajuan PPS Cilacap.(penulis:sulis kurniyawati)

BIMTEK PIPP DI CISARUA


PPS Cilacap,20 Oktober 2008 - Bimbingan Teknis Operator dan Enumerator pipp yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelabuhan Perikanan bekerjasama dengan PT.Arun Prakarsa Inforindo di Hotel Prioritas Cisarua - Bogor dari tanggal 13/10/2008 s/d 18/10/2008, dan dikuti oleh peserta dari UPT Pusat dan UPT Daerah dengan metode kuliah tatap muka, diskusi, praktikum serta evaluasi.

Dari PPS Cilacap sendiri mengirimkan empat (4) orang peserta, yang terdiri dari dua (2) Operator dan dua (2) Enumerator dengan tujuan setelah mengikuti Bimtek PIPP diharapkan para petugas operator dan enumerator PIPP dari PPS Cilacap Khususnya dapat meningkatkan kemampuan serta pengetahuan agar pengumpulan dan pengolahan data PIPP akan semakin cepat dan berkelanjutan.

Selamat Datang di PPSC, Ir. Mian Sahala Sitanggang MBA

Jabatan Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap telah diserahterimakan, Kamis (16/10) dari Ir. Julius Silaen, MS kepada Ir. Mian Sahala Sitanggang, MBA yang disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap DR. Ir. Ali Supardan, M.Sc.

Pisah Sambut Kepala PPS Cilacap dilaksanakan Sabtu (25/10) di Ruang Pertemuan PPSC bersamaan dengan acara Halal Bil Halal. Ir. Mian Sahala Sitanggang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perencanaan Pendanaan pada Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal DKP. Selanjutnya, Ir. Julius Silaen, MS mendapat tugas baru sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) di Semarang.

Hadir pada acara tersebut, Ketua DPC HNSI, para pengusaha dan stockholder, Instansi terkait dan seluruh pegawai PPS Cilacap beserta keluarga. Acara diakhiri jabat tangan dengan pemberian ucapan selamat jalan bagi Ir. Julius Silaen, MS dan selamat datang bagi Ir. Mian Sitanggang di tengah-tengah keluarga besar PPS Cilacap.(penulis: Sulis Kurniyawati)

Kepala PPS Cilacap, Ganti.

Jum’at 10 Oktober 2008 yang lalu telah terjadi mutasi secara besar-besaran di Departemen Kelautan dan Perikanan. dilantik dan diambil sumpahnya oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi. Pelantikan Pejabat Eselon II dan III Departemen Kelautan dan Perikanan R.I, sebanyak 50 orang dilaksanakan di Gedung Mina Bahari I, Lantai I Jl. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat. Tidak terkecuali Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.Kepala PPPS Cilacap Ir. Julius Silaen, MS harus mengemban tugas baru sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) di Semarang. Sementara penggantinya Ir. Mian Sahala Sitanggang, MBA dari Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal DKP yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Pendanaan. Serah Terima Jabatan Kepala PPS Cilacap dilaksanakan, Kamis (16/10) di Ruang pertemuan PPSC yang disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Dr. Ir. Ali Supardan, M.Sc dan dihadiri Bupati dan Muspida Kab. Cilacap, Instansi terkait serta seluruh pegawai PPS Cilacap. Bupati Cilacap dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Cilacap Ir. Moch. Harnanto, MM, menyampaikan, ucapan selamat jalan bagi Ir. Julius Silaen, MS dan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran dalam keikutsertaannya mensejahterakan masyarakat nelayan Cilacap melalui program-program Departemen Kelautan dan Perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap serta sukses dalam tugas di tempat yang baru. Dan ucapan selamat datang bagi Ir. Mian Sahala Sitanggang, MBA, selamat bertugas meneruskan program yang telah direncanakan dalam memajukan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap semoga semakin lebih baik. Sementara itu, Dirjen. Perikanan Tangkap Ali Supardan, mengatakan, pergantian pimpinan dalam suatu unit kerja merupakan rangkaian proses meningkatkan kinerja dan pengembangan sumberdaya manusia di lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan sekaligus pembinaan dan pengembangan karier aparatur pemerintah sebagai penyegaran untuk meningkatkan etos kerja dan prestasi kerja.Akhir acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat, yang diawali oleh Dirjen. Perikanan Tangkap, diikuti undangan dan seluruh pegawai Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. (penulis : sulis kurniyawati)

Family Gathering, Eratkan Kebersamaan.

Hari Raya Idul Fitri 1429 H yang jatuh pada tanggal 1 Oktober tahun 2008 ini, sebagian masyarakat memilih Lokawisata Baturraden menjadi salah satu tempat hiburan untuk berekreasi. Pengunjung yang datang ke obyek wisata yang berada di lereng gunung Slamet ini tidak hanya dari lokal Kabupaten Banyumas, tetapi juga berasal dari beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat termasuk dari Cilacap khususnya Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.
Untuk mempererat tali silahturahmi dan rasa kekeluargaan, kebersamaan serta kekompakkan, keluarga besar PPSC, Minggu (26/10) melaksanakan perjalanan wisata menuju lokasi Bumi Perkemahan "Palawi" milik Dinas Perhutani di sekitar wilayah wisata Baturraden - Purwokerto.
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala PPS Cilacap (baru) Ir. Mian Sahala Sitanggang, MBA beserta ibu Theodora Sitanggang. Terciptanya suasana kebersamaan dan penuh keceriaan ini diramaikan pula oleh Tim Event Organizer dari PT. Trustco Cipta Madani Semarang yang dipimpin Mochmamad Idris dengan mengadakan berbagai kegiatan yang diikuti seluruh pegawai PPS Cilacap dan keluarga yang terangkum dalam acara Family Gathering. (Penulis : Sulis Kurniyawati)

Kunjungan PPS Nizam Zahman di PPS Cilacap

Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Ir. MS Sitanggang, MBA didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Joko Supraptomo, A.Pi, MM dan Kepala Sub Bagian Keuangan Suharman, SH, MM menerima kunjungan lapangan / studi banding dari Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zahman Jakarta di ruang kerjanya, Jum’at (7/11). Rombongan sebanyak 22 orang yang diketuai Kepala Bagian Tata Usaha Dra. Trusti Hapsari, tengah melakukan kegiatan Pelatihan Penata usahaan Keuangan dari tanggal 6 s/d 8 November 2008 di Dynasti Hotel Purwokerto.Dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan salah satu tempat untuk melengkapi informasi sebagai bahan untuk peningkatan kemampuan dan kinerja bagi staf. Ditekankan Kepala Pelabuhan saat memberikan arahan bahwa untuk penata usahaan keuangan, saat ini sedang dilakukan persiapan dengan akan adanya kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), baik berupa laporan kegiatan yang harus dilaksanakan maupun apa yang tidak bisa dikerjakan. Dan sampai akhir Oktober 2008 ini segala kegiatan khususnya penata usahaan keuangan telah dapat diselesaikan. Sementara itu Kepala Bagian Tata Usaha PPS Nizam Zahman menanyakan informasi mengenai pengelolaan K3 khususnya untuk Kebersihan, dimana untuk tahun 2009 PPS Nizam Zahman akan memperoleh anggaran yang cukup besar untuk mengelola K3. Dijelaskan Kabag TU PPSC Joko Supraptomo bahwa pengelolaan K3 khususnya kebersihan di PPS Cilacap lebih di fokuskan pada peralatan, yang lebih membutuhkan dana cukup besar. Dengan melakukan pengadaan barang berupa perahu angkut sampah untuk kolam pelabuhan ataupun mesin pemotong rumput baik gendong maupun berbentuk dorong. Selain peralatan tentu honor yang diberikan kepada petugas kebersihan sebanyak 10 orang dengan sistem kontrak. Rombongan studi banding juga melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi kolam pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikannya dan rombongan meninggalkan PPS Cilacap pk. 13.45 wib.(penulis berita : sulis kurniyawati)

PAYANG KERUT DI CILACAP


PPS Cilacap, Desember 2008 –Hujan yang mengguyur Cilacap, tak menyurutkan bagi para nelayan di sekitar PPS Cilacap khususnya untuk tetap menebarkan jaringnya di laut.

Dalam rangka Uji Coba jaring Payang Kerut yang diadakan oleh BBPPI Semarang di Cilacap dengan kapal dan ABK nelayan setempat. PPS Cilacap bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi dipercayakan menjadi pendamping dalam rangka uji coba tersebut, yang berlangsung dari tanggal 01 Desembar 2008 hingga 10 Desember 2008.

Operasi uji coba jaring payang kerut berada disekitar wilayah Srandil, Gombong dan selatan Nusa Kambangan dengan hasil sekitar 100 kg /hari/trip berupa ikan Tongkol, Layur, Siro, Lemuru dsb.Setelah diadakan uji coba tersebut, para nelayan berkesimpulan bahwa jaring payang kerut lebih baik hasilnya dari jaring payang biasa.

Adapun jaring payang sendiri termasuk kategori alat tangkap pukat tarik yang memiliki definisi sbb :Alat penangkap ikan berkantong (cod-end ) tanpa alat pembuka mulut jaring, pengoperasiannya dengan cara melingkari gerombolan (schooling) ikan pelagis atau ikan demersal dan menariknya ke kapal yang sedang berhenti / berlabuh jangkar atau ke darat atau pantai melalui kedua bagian sayap dan tali selambar

UPACARA 17 PPS CILACAP AKHIR TAHUN 2008


PPS Cilacap, 18 Desember 2008- Dalam tugas kesehariannya para karyawan/wati PPS Cilacap tak lupa melaksanakan kegiatan rutin yaitu upacara yang dilaksanakan setiap tanggal 17 setiap bulannya.

Upacara 17 yang dilaksanakan di bulan Desember ini merupakan upacara 17 yang terakhir di tahun 2008.dan kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Struktural dan Fungsional serta Staf PPS Cilacap dengan Pembina upacara Bp.A.Hardono Usodo,A.Pi,MM yang mewakili Kepala PPS Cilacap karena beliau sedang melaksanakan Dinas luar.Upacara berjalan dengan lancar hingga akhir kegiatan.

100 JUTA POHON DI PPS CILACAP

PPS Cilacap, 19 Desember 2008 - dalam rangka aksi penanaman Serentak Indonesia 100 Juta Pohon, PT ANTAM,Tbk bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kab.Cilacap mnyelenggarakan penanaman secara simbolis di wilayah PPS Cilacap.
Acara tersebut dihadiri oleh PPS Cilacap, Dir.PT Aneka Tambang, Keapala DKLH Kab.Cilacap,Camat Cilacap Selatan,Lurah Tegalkamulyan,Ketua RW dan Rt beserta warga setempat

MUSIM REBON DI PPS CILACAP


PPS Cilacap, 07 Nopember 2008 – Udara yang dingin disertai hujan yang mengguyur kota Cilacap, tak menyurutkan bagi para nelayan di sekitar PPS Cilacap khususnya untuk tetap mencari nafkah di laut.
Musim rebon di Cilacap mulai berlangsung sekitar bulan Agustus 2008 hingga hari ini (07/11/08). Puluhan bahkan ratusan kapal berukuran di bawah 10 GT hilir mudik melewati alur kaliyasa di PPS Cilacap. Beragam alat tangkap digunakan untuk mencari dan mendapatkan hasil laut yang melimpah, salah satunya adalah jaring Arad.
Dengan jaring Arad itu para nelayan berhasil mandapatkan udang rebon dengan volume rata-rata 100 Kg /kapal dengan harga Rp.1200/Kg. Sedangkan volume rebon di PPS Cilacap rata-rata sekitar 4-5 Ton / hari atau 120 ton / bulan. Untuk pemasarannya masih di wilayah Cilacap dan sekitarnya.Komoditi udang rebon sebagian besar dimanfaatkan untuk bahan baku terasi
Rebon (Mysis) adalah jenis udang kecil yang mempunyai kulit agak keras namun tidak kaku dan pada umumnya berwarna merah. Daerah penyebarannya ada di sekitar daerah Pantai, Muara sungai dan Teluk,

JALAN SANTAI HUT KORPRI KE 37 KAB.CILACAP


PPPS Cilacap, 17 Nopember 2008 – Dalam rangka memperingati HUT Korpri ke 37 di Kabupaten Cilacap, PPS Cilacap ikut berperan serta dalam kegiatan yang diadakan oleh Korpri di Kabupaten Cilacap.
Salah satunya adalah Jalan Santai yang dilaksanakan pada Sabtu 15 Nopember 2008 yang dilepas oleh Bupati Cilacap (H.Probo Yulastoro,SH,MM,M.Si) beserta para pejabat dilingkungan Kabupaten Cilacap.
PPS Cilacap mengirimkan anggota Korpri diantaranya adalah Suharman,SH,MM. selaku Kasub Bag Keuangan dan beberapa staf di PPS Cilacap, yaitu; Joko Sulistiono, Sentot Andarjoto dan Cucu Supari Muntarso.
Jalan Santai HUT Korpri ke 37 diselenggarakan atas dukungan dan kerjasama dari Bank Jateng, BKK, Alfamart serta Dinas/Instansi terkait di Cilacap.
”Korpri Maju Terus Pertahankan NKRI” salah satu tulisan di spanduk menghiasi acara jalan santai yang dimulai dan diakhiri di Alun-alun Kabupaten Cilacap dengan menempuh rute sekitar wilayah kota Cilacap.
Adapun pesertanya terdiri dari seluruh Instansi di Kabupaten Cilacap serta para Pengajar dan Pelajar dari jenjang Pendidikan Sekolah Dasar Hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Cilacap.
Dan untuk menambah semangat para pesertanya,Panitia menyediakan Doorprize berupa : Televisi berwarna, Rice Box,dan puluhan Sepeda Gunung,Mini, dan BMX .

UBPT PPSC


PPS Cilacap,24 Oktober 2008 – Prinsip dasar dari kegiatan pengembangan Unit Bisnis Perikanan Terpadu di PPS Cilacap ini adalah memadukan keragaman jenis maupun skala usaha yang terkait dengan perikanan tangkap dalam satu lokasi dan ikatan kemitraan untuk menciptakan sinergi guna meningkatkan pendapatan nelayan.
UBPT PPS Cilacap diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan 17 Pebruari 2006 dengan tujuan mewujudkan program pengembangan usaha perikanan skala kecil, diantaranya
 Memfasilitasi permodalan dengan menghadirkan Unit Simpan Pinjam Swamitra KUD Mino Saroyo dan Unit Pelayanan Cabang Pegadaian Cilacap.
 Melakukan diversifikasi produk olahan ikan seperti : Bakso ikan, Sosis ikan, Fish Nughet besertya pemasarannya.
 Mensosialisasikan gerakan makan ikan.
 Memfasilitasi pemasaran hasil perikanan melalui showroom produk olahan ikan dari KUB pengolahan binaan seperti : Olahan ikan asin, terasi, kerupuk ikan dan produk olahan UBPT.
 Meningkatkan ketrampilan SDM anggota KUB melalui pelatihan pengolahan ikan serta study banding ke sentra pengolahan ikan.
 Meningkatkan mutu hasil olahan melalui pengawasan, pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat nelayan maupun KUB pengolahan.
Gedung UBPT PPS Cilacap dibangun tahun 2005 dari biaya APBN sebesar Rp.221 juta dengan luas bangunan 190 M² yang meliputi : Ruang showroom 60 M², Pengolahan 56 M², dan perkantoran 74 M².
UBPT PPS Cilacap terletak di sebelah utara kantor PPS Cilacap atau 150 Meter dari pintu masuk kawasan TPI PPS Cilacap

Kedai Pesisir


PPS Cilacap, 24 Oktober 2008 – Diantara beberapa fasilitas Penunjang di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, kedai pesisisr adalah salah satunya.
Letak dari Kedai Pesisir adalah di sebelah timur kolam PPS Cilacap atau seratus (100) meter dari pintu masuk TPI PPS Cilacap dengan jumlah 36 unit seluas 1.008 M².
Kedai Pesisir di PPS Cilacap biasanya ramai dikunjungi saat pagi hingga petang hari, dimana pada saat itu baik para pemilik dan Pengurus kapal, pedagang ikan maupun Anak Buah Kapal (ABK) akan singgah disini untuk menunggu jadwal keberangkatan kapal pada saat pengisian perbekalan dan juga pada saat setelah selesai kapal membongkar hasil tangkapan dilaut.

AWAL MARET CUACA BURUK


Angin Ribut selama + 2 Minggu ( Maret 2007 ) berdampak terhadap aktifitas penangkapan ikan, dimana kapal Perikanan berukuran diatas 30 GT yang melakukan penangkapan dilaut menghentikan kegiatannya dan kembali ke Pelabuhan, adapula yang tetap dilaut dan mencari tempat berlindung / berteduh. Kapal kecil yang berukuran dibawah 10 GT dengan waktu penagkapan satu hari dilaut tetap melakukan kegiatannya tetapi tidak jauh dari pantai, karena mereka takut akan gelombang tinggi disertai arus laut yang cukup kuat.
Prakiraan nilai kerugian yang diderita nelayan PPS Cilacap selama angin ribut sebesar Rp.3.770.380.000

GERAK JALAN TRADISIONAL


Salah satu rangkaian kegiatan memperingati HUT Kabupaten Cilacap ke 151 adalah
Lomba gerak Jalan Tradisional Srandil – Cilacap yang berjarak 30 KM pada hari sabtu tanggal 10 maret 2007. PPS Cilacap mengirimkan 1 regu.
Lomba Gerak Jalan Tradisional srandil – Cilacap dibuka sekaligus di berangkatkan oleh Bp.H.Probo Yulastoro,SH,MM,Msi. selaku Bupati Cilacap pada pukul 15.15 BBWI.
Ditempat dan waktu yang sama pula diadakan acara “ MINUM JAMU CILACAP TERBANYAK “ yang sekaligus memecahkan rekor MURI dengan peminum jamu sebanyak 6.959 orang.

PARTISIPASI HUT CILACAP 151


Dalam rangka menyambut hari jadi kabupaten Cilacap ke 151, PPS Cilacap turut berpartisipasi dalam bidang olah raga, salah satunya adalah sepak bola antar Instansi se Kota Cilacap yang di ikuti oleh 32 Team. Para pemain sepak bola PPS Cilacap di ikuti oleh para Karyawan yang telah berumur diatas 35 tahun. Prestasi mencapai 6 besar dari 32 team

JALAN SANTAI HUT CILACAP 153



PPS Cilacap,26 Maret 2009 - TertawaMensanna In coorporesannoTertawa " didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula "

Dalam situasi menjelang Pemilu 2009, Kab.Cilacap genap berusia 153 tahun pada 21 Maret 2009.

Untuk memperingati hari jadinya, Kab.Cilacap menginstruksikan pada seluruh Instansi di Cilacap untuk mengadakan gerak jalan santai secara serentak di masing-masing Instansi pada Sabtu 21 Maret 2009 pk.08.30 WIB.

PPS Cilacap ikut berpartisipasi mengadakan jalan santai sehat yang diikuti oleh seluruh Karyawan/Wati baik PNS maupun Tenaga Kontrak. Jalan santai tersebut dimulai dan diakhiri di Kantor PPS Cilacap.

The Soldier


Seperti Kebanyakan anak perempuan pada zaman dulu, diusia 17 tahun bila belum menikah akan menjadi gunjingan masyarakat sekitar tempat tinggal saya. Perasaan malupun timbul pada diri saya, tapi kemudian saya berkenalan dengan seorang pemuda bernama Soeroso, yang pada waktu itu bekerja sebagai sopir B K R ( Barisan Keamanan Rakyat ) yang pada Waktu itu saya sedang bergabung dengan organisasi perkumpulan istri-istri orang Jepang.
Atas kesepakatan bersama walau tanpa persetujuan Ayah yang seorang Tentara KNIL, Kami melangsungkan pernikahan pada tanggal 29 Oktober 1945 di Majalengka Jawa-Barat dengan memakai Wali Hakim, karena walaupun Ayah tidak menyetujui tapi sang Ibunda merestui pernikahan Kami, jadi kebahagiaan walau sedikit kami rasakan.
Lengkaplah kebahagiaan itu setelah BKR dibubarkan, Suami tercinta diterima sebagai TKR ( Tentara Keamanan Rakyat ) Tepatnya pada tanggal : 01 Nopember 1945 yang tetap berjuang mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan atas nasehat Ibunda tercinta,seperti kebiasaab orang Timur, seorang istri haruslah berbakti kepada Suami. Karena itu saya pun turut suami,dan dimulailah petualangan saya dengan Suami.setelah pecah Kles 1 pada tahun 1947 kami para Keluarga Tentara mengungsi ke Lereng Gunung Cireme di Cirebon.Padahal saya baru saja kehilangan anak pertama saya yang berumur 6 Bulan. Sambil membantu digaris belakang sebagai regu Palang Merah dan sebagian di dapur umum untuk mendukung para Pejuang di garis Depan termasuk suami saya. Sebagai penghubung garis depan dan garis belakang disebut Tobang / Pesuruh sebanyak 4 orang yang saya tidak ingat nama namanya, hanya seorang yang saya ingat ingat yaitu Suradi, karena keempatnya tewas ditangan tentara Belanda. Kepala dari Pasukan kami Bapak Djoni Siregar dan suami saya dibawah Pimpinan Bapak Suha sebagai Atasan langsung.
Dari sekian banyak teman seperjuangan suami saya paling intim bergaul dengan temannya yang bernama Sentot yang berasal dari Yogya dan Kakak Kandung saya yang bernama Basir.
Bila mengingat Bapak Suha, saya teringat waktu menolong kelahiran Putra Bapak Suha di Pengungsian yang merenggut nyawa Ibu Suha, Karena terlalu banyak mengeluarkan Darah, hingga tak tertolong jiwanya karena tidak ada dukun beranak apalagi Dokter. Dengan peralatan seadanya ( Saya dan dua orang rekan yang saya tidak ingat namanya) tapi karena kami tidak berpengalaman maka tindakan apa yang harus dikerjakan sama sekali tidak terpikir.tapi walaupun demikian Bayinya selamat dan diurus oleh salah seorang teman penolong. Kejadian tersebut bertepatan dengan perjanjian Linggar Jati.
Terjadi Hijrah pertukaran Tawanan dan Keluarga dengan pihak Belanda, Kemudian Kami turun dari Gunung dan mengungsi kearah Timur dengan melewati hutan hutan yang sangat Rawan dengan Binatang Buas dan Melata serta Berbisa, sampailah kami di Solo.
Saya dan Suami Menuju ke Jogyakarta ketempat kediaman Mbah saya di Karang Waru Kidul, Kemudian saya hamil sampai melahirkan Anak ke dua saya yang saya berinama R.Ardi Barsono. Pada tanggal 21 Oktober 1948 Pecah Kles II di Yogyakarta. Bayi Merah Saya bawa Mengungsi kelereng Gunung Merapi bersama Pasukan yang sama sekali belum saya kenal sebelumnya,Karena setelah dari Cirebon pada Kles I Pasukan terpecah Belah.
Kami mengungsi selama Kurang Lebih 6 Bulan, Setelah Aman Kami turun Gunung dan Bayi Saya diambil oleh Mbah Saya.
Suami saya hingga tanggal 01 September 1950 bergabung dengan Kesatuan / Kelaskaran di Yogyakarta dengan Pangkat terakhir Sersan Be 17, di bawah Pimpinan bapak Letkol Soedarto tapi kemudian kami hijrah ke Jakarta.
Setelah di Jakarta suami tidak lagi bekerja sebagai Tentara atau lebih tepatnya Mengundurkan diri dari Kedinasan dengan alasan yang saya tidak jelas dan Mengerti.



Jakarta, 08 Juli 1987


( Sukesih Soeroso )

Tasyakuran Gdg PPSC

Kamis Maret 2007, PPS Cilacap mengadakan acara Tasyakuran mengisi gedung baru. Kantor yang baru dibangun tahun 2006 dengan luas : 993 M2 .

Dengan dibangunnya gedung baru maka diharapkan para Karyawan / Karyawati PPSC bisa meningkatkan Kinerja dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Acara Tasyakuran di hadiri oleh Karyawan/karyawati , Darmawanita PPS Cilacap dan tamu undangan diantaranya: Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Cilacap, Kapolsek Cilacap selatan, DanRamil, Polair, Lanal, BPPI, BPMHP, Pegadaian,Swamitra, Camat Cilacap Selatan, Lurah Tegal Kamulyan, RT/RW setempat dan masyarakat di sekitar kantor PPSC, serta para Pengusaha Perikanan dan Rekanan di PPS Cilacap yang berjumlah + 200 orang

Acara Tasyakuran diawali dengan Pembacaan Ayat – ayat Suci Al-Qur’an, siraman rohani, Sambutan dari bapak Ir.Julius Silaen MS. Selaku Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, pemberian Tali Kasih untuk anak-anak Yatim Piatu dilingkungan PPS Cilacap,penyerahan setifikat bagi 4 orang pegawai berprestasi tahun 2006 (Zaenal Amidin; S.E.Rahayu SM, SE; Sri Indarwati; Tamuji) dilanjutkan Do’a bersama, Ramah tamah dan diakhiri dengan makan bersama.



Operasional PPS Cilacap

My Photo

My Video's

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes